(Vibiznews – Business) – beberapa hari yang lalu Jakarta dikejutkan dengan sebuah peristiwa diskon salah satu merek smartphone ternama yang paling “happening” untuk kaum urban ibu kota. Alkisah dalam acara peluncurannya, merek smartphone yang mengeluarkan versi teranyarnya ini akan dapat dibawa pulang para peminat hanya setengah dari harga aslinya. Walhasil di tengah animo masyarakat yang luar biasa, terjadi antrian panjang, tua-muda, pria-wanita, miskin-kaya tumplek-blek di wahana peluncuran. Dan saat kata tertib sudah tidak berlaku akibat orang-orang menganggap penting sekali mendapatkan benda tersebut, singkat kata antrian panjang berubah ricuh dan mengakibatkan korban pingsan. (28/11)
Fakta tersebut merupakan sekelumit serba-serbi perjalanan membludaknya sukses produk smartphone di negara berkembang. Di tahun 2012 mendatang smartphone berharga murah diperkirakan akan makin membanjiri pasar Asia dan akan mengubah peta sektor telekomunikasi di Asia.
Kepala divisi riset tech hardware Asia Barclays Capital Kirk Yang memprediksi bahwa smartphone low-end akan mengalami sukses di China. Yang mengatakan bahwa aksi para vendor di Asia untuk menurunkan harga chips untuk melayani pengguna low-end smartphone akan mengakibatkan pasar komponen smartphone secara umum akan mengalami penurunan harga.
Peningkatan Pasar Smartphone Murah Menjadi Potensi Besar Bagi Produsen Asia
Kirk Yang mengekspektasikan bahwa perusahaan-perusahaan pembuat chip di Asia seperti Mediatek asal Taiwan akan menurunkan harga dasar chipset sebesar 20%. Ia juga memprediksi dengan penurunan harga tersebut Mediatek akan mampu menangkap pangsa pasar di Negara berkembang sebesar 30-40% dalam jangka waktu empat tahun ke depan.
Minggu ini perusahaan penyedia jasa telekomunikasi terbesar keempat dari segi pelanggan di India, Idea Cellular, meluncurkan dua model smartphone seharga 110 dolar yang berbasis system operasi Android. Langkah ini dilakukan Idea Cellular untuk meningkatkan penggunaan jasa wireless 3G.
Menurut sebuah laporan dari Reuters, Google melihat bahwa potensi pasar smartphone di India masih sangat tinggi dan akan mengakibatkan peningkatan berkali-kali lipat pada penggunaan internet di Negara tersebut.
Saat ini di India juga pengguna telepon genggam yang menggunakan produk smartphone hanya sekitar 10 juta orang. Sementara itu pengguna telepon genggam biasa mencapai 900 juta orang. Dengan perbandingan tersebut tampak jelas bahwa potensi pasar smartphone di India luar biasa besar.
Belum lagi pasar China yang saat ini makin menarik bagi produk smartphone. Tercatat bahwa saat ini China telah mengambil alih posisi AS sebagai Negara dengan pasar smartphone terbesar. Terbukti bahwa penjualan smartphone di China telah lebih besar dibandingkan penjualan di AS.
Pengiriman smartphone di China mengalami peningkatan sebesar 58% menjadi 23.9 juta unit sepanjang kuartal ketiga lalu. Sementara itu pengiriman ke AS justru mengalami penurunan sebesar 7% dari kuartal kedua dan hanya mencapai 23.3 juta unit.