Monday, November 14, 2011

Oleh-oleh KTT APEC: Asia-Pasifik Motor Ekonomi Global

Senin, 14 November 2011 22:00 WIB

(Vibiznews - Business) - KTT APEC yang berlangsung hari Senin ini di Honolulu memberikan apresiasi yang cukup baik bagi Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik (14/11). Di tengah kondisi keuangan global yang sedang terseret masalah, terutama karena kondisi Uni Eropa yang sedang carut-marut, ekonomi di Asia-Pasifik dianggap cukup solid.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam pengantarnya sebelum memulai pertemuan puncak para pemimpin negara anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) menyatakan kawasan Asia Pasifik adalah sumber pertumbuhan ekonomi utama di dunia.

Untuk itu, Presiden Obama berharap kawasan Asia Pasifik bisa menjadi wilayah yang menyediakan penciptaan lapangan kerja. Obama pun berkeyakinan kawasan Asia Pasifik bisa memberikan sumbangan dalam memastikan pertumbuhan ekonomi dunia yang stabil, berkelanjutan, dan berimbang pada masa depan.

Pembentukan Kawasan Ekonomi
Dalam pengantarnya, Obama menyatakan APEC 2011 fokus pada upaya mempercepat terbentuknya kawasan ekonomi tanpa batas, menghilangkan hambatan arus barang dan investasi, serta menerapkan kebijakan yang mendukung inovasi.

Selain memperkuat integrasi ekonomi kawasan dan meningkatkan perdagangan, APEC 2011 juga mengagendakan kampanye pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan di antara negara-negara anggotanya.

APEC telah sepakat untuk mengurangi tarif perdagangan berbagai produk ramah lingkungan di antara sesama anggotanya.

Pertemuan APEC di Honolulu kali ini juga diwarnai oleh inisiatif AS membentuk kerja sama transpasifik yang meliputi sembilan negara anggotanya, yaitu AS, Australlia, Selandia Baru, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, Chili, dan Peru.

Sembilan negara tersebut telah menyepakati perdagangan bebas dengan standar produk yang tinggi dan diharapkan kerja sama tersebut dapat berlaku mulai 2012.

Kerja sama Transpasifik diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat melalui pengurangan hambatan perdagangan dan investasi, peningkatkan eskpor, dan penciptaan lapangan kerja bagi para pengangguran.

Indonesia Dipercaya Dunia
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa melalui pembicaraan dengan para petinggi APEC dapat dinilai bahwa ekonomi Indonesia masih diberikan kepercayaan besar di tengah kondisi krisis saat ini.

SBY menyatakan bahwa dengan melihat `performance` ekonomi Indonesia dan dibicarakan di mana-mana, nampaknya banyak sahabat, partner-partner kerja sama yang sudah berinvestasi di Indonesia ingin meningkatkan dan yang belum ingin investasi bekerja sama.

Menurut Presiden, hal tersebut harus dipandang sebagai peluang untuk memobilisasi modal yang tidak boleh disia-siakan.

Meski demikian, Kepala Negara menyatakan, kesempatan pertama untuk memobilisasi modal pembangunan tetap akan diberikan kepada para pemodal dalam negeri, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Apabila masih terjadi kekurangan modal, kata Presiden, maka kemitraan dengan negara-negara sahabat bisa dijadikan opsi dengan persyaratan mendatangkan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Di antara perusahaan terkemuka AS yang sudah menyatakan niat menambah investasi adalah Freeport-McMoran senilai 10 miliar dolar AS, Caterpillar, dan Cargil.