Tuesday, November 15, 2011

Rekomendasi IMF Bagi Ekonomi China Ditengah Ancaman Bubble

Selasa, 15 November 2011 18:33 WIB

(Vibiznews - Business) - Kekhawatiran terhadap perekonomian China rupanya belum berakhir. Pada hari ini (15/11) giliran IMF yang memberikan pendapatnya mengenai peluang ekonomi China yang belum dapat dikatakan aman sepenuhnya dari ancaman penurunan performa perekonomian. Salah satu penyebab yang dikhawatirkan akan memberikan sebuah potensi bagi penurunan performa ekonomi datang dari sektor finansial. Peluang terjadinya kondisi bubble di sektor kredit masih cukup membayangi kondisi sektor finansial di China.

Sektor perbankan, asuransi dan juga permodalan di China harus terus waspada akan potensi melonjaknya peluang gagal bayar. Meski belum masuk kedalam kategori negara dengan ancaman krisis, IMF menyatakan bahwa perekonomian China ibarat sebuah kondisi perekonomian AS pra krisis ekonomi di tahun 2008. Potensi gagal kredit di sektor properti menjadi fokus utama. Melonjaknya industri properti di China dalam satu dekade terakhir menimbulkan sebuah pergerakan excess supply bagi industri tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Besarnya penawaran tidak sebanding dengan jumlah permintaan konsumen dan investor.

Dalam pernyataannya, IMF berpendapat bahwa potensi krisis di sektor kredit China juga tidak terlepas dari imbas tekanan ekonomi Eropa yang terjadi saat ini. Bagi para investor, hal ini secara langsung juga cukup merugikan dan berpeluang menciptakan kondisi "wait and see" pada industri properti lokal yang juga disemarakan oleh investor global.

IMF menyarankan kepada pemerintah China untuk terus menjaga sektor finansial dalam bentuk menjaga stabilitas pencairan dana untuk sektor ril dan selektif dalam mengalokasikan dana terutama pada sektor properti. Untuk sektor perbankan sendiri, IMF menekankan harus adanya peningkatan jumlah tabungan guna memperkuat persediaan uang di sektor perbankan.

Selain itu, IMF menyarankan untuk meningkat ratio non performing loan setidaknya 1% untuk meningkatkan asset sektor perbankan agar dapat kokoh dari ancaman krisis. Disisi lain, IMF memprediksi bahwa jumlah uang beredar tahun ini di China diperkirakan akan meningkat sebesar 10%. Hal ini diperkirakan akan kembali mendorong kenaikan inflasi meski disisi lain juga bermanfaat untuk jumlah kenaikan nominal tabungan konsumen.

Terakhir, IMF memberikan rekomendasi terhadap perekonomian China yang dinilai harus lebih responsif terhadap perkembangan perekonomian global. Ketatnya indikator sektor moneter dinilai IMF cukup riskan dalam perkembangan ekonomi ditengah ancaman krisis. IMF menganjurkan China untuk lebih moderat terhadap tingkat suku bunga, nilai tukar dan kebijakan pajak.