Thursday, November 17, 2011

Asia Tantang Inovasi Barat

Rabu, 16 November 2011 15:20 WIB

(Vibiznews – Business) – Selama dua dekade terakhir India telah berhasil menempatkan diri sebagai negara penghasil pekerja-pekerja unggul, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di manca negara (16/11). Terbukti banyak perusahaan yang merelokasi bisnis mereka ke India, di mana harga pekerja lebih murah, tetapi kualitasnya tetap unggul. Kekuatan sumber daya manusia India tersebut sudah mendunia, bahkan terbukti sampai mampu mengancam eksistensi “orang-orang lokal” sebagai pekerja kerah putih di kawasan Amerika Utara dan Eropa.

Bahkan perusahaan-perusahaan besar seperti Intel mulai memusatkan produksi beberapa jenis produk mereka di India. Meskipun tidak pernah digembar-gemborkan, salah satu produk Intel yang didisain dan dikembangkan di India adalah Xeon Processor 7400. Produk processor yang dirilis tahun 2008 lalu didisain dan dikembangkan seluruhnya di India. Ini merupakan bukti nyata bahwa Negara-negara berkembang di Asia, terutama India, sudah masuk ke dalam radar perusahaan-perusahaan dunia, untuk mengembangkan produk dan jasa mereka.

India juga merupakan tempat yang tepat untuk mengembangkan inovasi proses. Inovasi proses di India semakin berkembang karena di Negara ini banyak sumber daya manusia yang sebenarnya memiliki kualitas tinggi, tapi bersedia dibayar dengan harga yang relative lebih murah untuk mengerjakan tuga-tugas rutin. Hal ini berimbas kepada efisiensi pengerjaan tugas-tugas rutin tersebut yang pada akhirnya akan berimbas kepada efisiensi secara umum dari sebuah perusahaan. Perusahaan-perusahaan AS yang telah mengalami inovasi proses di India ini antara lain 24/7 dan Denuosource.

Outsourcing di India Menjadi Faktor Penting Bagi Perusahaan Multinasional

Pernahkah Anda menonton serial televisi asal AS yang berjudul “Outsourced?” Serial ini mernceritakan kisah mengenai lembaga outsourcing di India yang mempekerjakan orang-orang India sebagai call center dari sebuah perusahaan yang berbasis di AS.

Hal yang menarik dari serial ini adalah bahwa saat ini perusahaan-perusahaan multinasional yang berbasis di Negara-negara maju seperti di kawasan Amerika Utara dan Eropa, telah memecah divisi-divisi mereka ke berbagai Negara lain, demi tujuan efisiensi. Hal ini dapat dimaklumi karena memang di beberapa Negara tertentu terdapat sumber daya manusia yang lebih murah. Contohnya banyak perusahaan multinasional yang memiliki pabrik-pabrik produksi di China, Vietnam dan negara-negara ASEAN. Tentunya kita masih ingat jelas betapa banjir besar yang menghantam Thailand beberapa waktu lalu telah mengakibatkan produksi kendaraan dari perusahaan Toyota dan Nissan mengalami kendala, karena pabrik mereka berada di Negara tersebut.

Dengan memecah berbagai divisi ke Negara-negara yang paling efisien, perusahaan-perusahaan global telah melakukan inovasi managerial.

Kenyataan ini tentunya menjadi sebuah kesempatan tersendiri bagi Negara-negara berkembang. Dengan keberadaan perusahaan-perusahaan multinasional tersebut, bukan hanya menciptakan lapangan kerja baru dan menggiatkan investasi dalam negeri, hal ini dapat menjadi sebuah kesempatan untuk dapat menyerap teknologi dan ilmu yang dibawa oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Di Indonesia sendiri memang tingkat investasi langsung dari perusahaan-perusahaan multinasional belum terlalu signifikan, masih jauh dibandingkan dengan China, India, bahkan dengan sesama Negara anggota ASEAN lain. Dengan demikian merupakan tantangan besar bagi kita untuk dapat meningkatkan sumber daya manusia dan kemudahan berinvestasi guna menggiatkan proses transfer teknologi yang akan kita dapatkan apabila perusahaan-perusahaan multinasional besar mau masuk dan berinvestasi di Negara kita.