Friday, November 18, 2011

Setelah Yunani dan Italia, Kini Spanyol di Ambang Krisis

Kamis, 17 November 2011 17:10 WIB

(Vibiznews - Business) - Pada hari ini (17/11) para pelaku pasar memfokuskan perhatiannya kepada kondisi perekonomian di Spanyol. Negera di wilayah Eropa bagian Selatan ini telah masuk ke sebuah kondisi yang berkaitan dengan ancaman krisis ekonomi. Setelah Yunani dan Italia, Spanyol memang memiliki indikasi-indikasi yang serupa dengan dua negara sebelumnya. Tingginya nominal hutang dan kondisi gagal kredit menjadi sebuah tantangan yang telah menjangkit di perekonomian Spanyol dalam setahun terakhir.

Berbeda dengan Yunani dan Italia, kondisi perkeonomian di Spanyol turut dipengaruhi oleh sentimen politik yang sangat kental. "Pertarungan" politik antara dua kubu yaitu Partai Rakyat dan Partai Buruh Sosialis menjadikan kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah Spanyol cenderung tidak efektif dalam menangani krisis yang sedang terjadi. Partai penguasa parlemen yaitu Partai Buruh Sosialis menurut Mariano Rajoy, pemimpin dari Partai Rakyat dinilai gagal dalam membuat kebijakan yang solutif bagi ekonomi Spanyol. Defisit anggaran yang sebesar 6% dari total GDP sepanjang tahun 2011 masih belum nampak terkurangi.

Semakin memburuknya perekonomian Spanyol menurut Rajoy disebabkan oleh terlalu eksklusif dan kakunya pemerintah dibawah kekuasaan Partai Buruh Sosialis. Beberapa indikator ekonomi yang mengalami kondisi yang memprihatinkan diantara lain tingginya tingkat pengangguran pada usia remaja dengan persentase sebesar 50%. Sedangkan harga rata-rata di sektor properti mengalami penurunan 26%.

Analis dari RBC Capital, Gustavo Bagatinni bahkan mengangkan bahwa perekonomian Spanyol akan semakin melemah dan sulit untuk pulih sampai dengan tahun depan. Ia menyatakan, selain kondisi mikro, makro ekonomi Spanyol juga dihadapkan pada situasi negatifnya trade balance. Perlambatan ekspor dan turunnya konsumsi dalam negeri mencerminkan bahwa kemampuan daya konsumen melemah disaat negara mengalami penurunan pendapatan dari sisi ekspor.

Optimisme Pemerintah Spanyol

Disisi lain, pemerintah Spanyol melalui Menteri Keuangan, Elena Salgado justru optimis bahwa perekonomian Spanyol tidak akan separah seperti yang terjadi pada Italia dan Yunani. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Spanyol diperkirakan akan mengalami kenaikan 0,8%. Salgado juga merasa optimis bahwa defisit anggaran akan dapat terus dikurangi setelag pekan ini kabinet pemerintahan Spanyol telah menyepakati adanya target defisit anggaran antara 4-5% dari GDP untuk tahun 2012 mendatang.

Ketegangan Politik Jelang Pemilu

Tanggal 20 November mendatang merupakan saat yang krusial dalam dunia perpolitikan Spanyol. Pihak-pihak yang bermain di ajang politik Spanyol secara terus menerus melempar argumen terhadap lawan politiknya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Partai Buruh Sosialis yang merupakan partai penguasa di parlemen yang menuding bahwa Partai Rakyat berkomplot dengan Uni Eropa dan IMF untuk terus menekan pemerintah saat ini dengan dalih sentimen kebobrokan ekonomi. Partai Rakyat disinyalir memiliki agenda tersendiri dengan mengusung upaya bail out ekonomi Spanyol yang ditawarkan oleh Uni Eropa dan IMF.