Sunday, November 13, 2011

Sosok Dibalik Kesuksesan Marvell Technology Group

Jumat, 11 November 2011 20:54 WIB

(Vibiznews-Business), Pesona Dr Sehat Sutardja sebagai pengusaha papan atas dunia di bidang semi konduktor memikat pemerintah Indonesia. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menemuinya untuk mengajak berinvestasi di Indonesia.

Hatta bersama Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal dan didampingi sejumlah pejabat dari Menko Perekonomian berkunjung ke kantor pusat Marvell Selasa, 8 November 2011 lalu. Kantor ini berada Silicon Valley yang beralamatkan di 5488 Marvell Lane Santa Clara, San Jose, sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari San Francisco.

Hatta berada di kantor Marvell yang sangat tenang dan nyaman itu selama 2,5 jam. Selain melihat-lihat kantor tersebut, Hatta dan rombongan juga berdiskusi dengan Sehat Sutardja yang merupakan Chairman, President, sekaligus CEO Marvell, perusahaan yang didirikan pengusaha kelahiran Indonesia Sehat Sutarja bersama istrinya, itu pada 1995 termasuk dalam Forbes 400 Best Big Company memproduksi semikonduktor untuk kerja yang lebih cepat dan hemat energi, digunakan antara lain dalam saluran telepon kabel dan nirkabel, dan dalam peralatan telefoni dan komputer berbagai merek yang digunakan di dunia dimana sekarang Marvell Technology Group menjadi pembuat desain semikonduktor terbesar ketiga di dunia

Seusai pertemuan, Hatta menjelaskan pertemuannya dengan Sehat untuk bertukar informasi dan pikiran terkait pembangunan ekonomi di Indonesia. "Saya meminta saran dan mengajak Pak Sehat berinvestasi di Indonesia," jelas dia.

Hatta menilai Sehat yang dulu merupakan warga Indonesia merupakan pengusaha luar biasa yang sukses di negeri Paman Sam. "Kita butuh saran-saran Pak Sehat agar Indonesia punya motivasi yang kuat untuk membangun ekonomi Indonesia," ujar Hatta.

Sementara Sehat yang saat itu mengenakan baju batik lengan panjang menyatakan hingga saat ini dirinya belum berinvestasi di Indonesia. "Masih perlu waktu lama untuk berinvestasi (di Indonesia)," ujar Sehat yang meninggalkan Indonesia pada tahun 1985 itu.

Namun, Sehat mengaku saat ini sudah mempekerjakan sejumlah insinyur Indonesia. "Saya memiliki dua design center. Yang pertama di Amerika. Yang kedua, di Singapura. Banyak insinyur Indonesia yang bekerja di Singapura," kata Sehat yang tidak ingat berapa jumlah insinyur Indonesia yang bekerja di Marvell.

Sehat mengaku sangat senang atas kunjungan pemerintah Indonesia. Dia mendapat informasi baru dari Hatta Rajasa mengenai rencana pembangunan ekonomi Indonesia di masa mendatang, termasuk rencana pembangunan infrastruktur dan telekomunikasi. Dia senang karena Indonesia sudah semakin maju.

PT Marvell sendiri saat ini merupakan lima besar perusahaan dunia dalam bidang semikonduktor. Perusahaan yang dibangun Sehat sejak 1995 itu memproduksi chip dan software untuk menjalankan chip itu di berbagai platform, seperti telepon seluler, smart phone, dan juga smart TV.

Sehat membangun Marvell dengan modal US$ 350 ribu. Setelah 16 tahun berdiri, kini perusahaan yang dikelola Sehat bersama istrinya, Weilin, itu mengantongi pendapatan sekitar US$ 3,5 miliar per tahun.

Bicara bahasa Indonesia-nya terpatah-patah. Tapi Sehat Sutardja masih paham betul bila diajak bincang-bincang dengan bahasa Indonesia. Pria berusia 50 tahun itu mendunia berawal dari kursus reparasi radio transistor di kawasan Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat.

Sehat Sutardja merantau ke Amerika Serikat (AS) pada tahun 1980, setelah tamat dari SMA Kanisius Jakarta. Dia melanjutkan kuliah di Iowa State University di bidang electrical engineering dan mendapat PhD dari University of California di Barkeley di bidang electrical engineering dan computer science.

Pada tahun 1995, dia mendirikan Marvell, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang semi konduktor. Perusahaan yang dia kelola bersama saudaranya, Pantas Sutardja, semakin maju dari tahun ke tahun.

"Saya mendirikan Marvell dengan modal US$ 350.000. Sekarang pendapatan perusahaan saya US$ 3,5 miliar per tahun," kata Sehat.

Kini, Marvell merupakan perusahaan semi konduktor yang masuk lima besar dunia. "Ini perjalanan yang sangat panjang. Dari 16 tahun yang lalu yang bukan apa-apa, sekarang menjadi lima besar dunia," kisah Sehat.

Apa kunci sukses Sehat sehingga bisa mendunia? "Kerja keras, pantang menyerah, passion yang tinggi, dan ada juga faktor keberuntungan," tutur pria yang beristrikan Weili ini.

Jalan sukses Sehat juga tak bisa dilepaskan dari kisah kecilnya di Jakarta. Dia yang lahir di Jakarta pada 9 Juli 1961 itu menghabiskan masa kecilnya hingga lulus SMA di Jakarta. Saat tinggal di Jakarta, Sehat dan keluarganya bertempat tinggal di Jalan Kebun Jeruk XIV nomor 1 Jakarta Barat.

Dari kecil, Sehat memang sudah senang dengan dunia elektronika. Karena itu, selain menempuh pendidikan formal, Sehat yang bernama asli Tjiaoe Siu Wen, juga mengikuti pendidikan kursus 'Reparasi Radio Transistor' di sebuah tempat kursus di Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat.

Hingga sekarang, Sehat masih menyimpan ijazah sebagai tanda lulus dari tempat kursus radio 'Gembira' itu. Dia mendapat ijazah kursus reparasi radio transistor itu pada 1 Januari 1975.

"Ijazah kursus ini sempat hilang. Tapi, akhirnya saya ketemukan lagi," kata Sehat sambil menunjukkan ijazah yang masih tampak rapi dan sudah ia laminating itu.

Kini, Sehat sudah memiliki ribuan karyawan. Dia memiliki kantor di AS dan Singapura. Produk Marvells juga semakin makin beragam. Selain memproduksi chip, Marvell juga membuat software untuk mengoperasikan chip itu di berbagai platform seperti telepon seluler, smart phone, smart TV, dan lain-lain.

Saat ditanya mengapa dia menamakan perusahaannya 'Marvel', Sehat menjawab, "Saya itu saya menginginkan perusahaan saya akan menakjubkan (marvellous-red). Dan untuk menjadi nomor satu di dunia, saya harus bekerja lebih keras lagi," kata pria ramah ini.