Tuesday, November 8, 2011

Sepuluh Perusahaan yang Peduli Akan Pembentukan Jiwa Kepemimpinan

Selasa, 08 November 2011 15:23 WIB

(Vibiznews - Business) - Leadership atau jiwa kepemimpinan merupakan salah satu indikator penting dalam menunjang karir seseorang. Jiwa kepemimpinan dapat dipupuk oleh si individu maupun tempaan dari sistem ketenagakerjaan dan jobdesc yang di tawarkan oleh sebuah perusahaan. Hal nomor dua dinilai memiliki peran yang lebih penting mengingat tiap individu dapat terus mengembangkan kemampuannya. Disisi lain, skill leadership juga menjadi syarat utama bagi perkembangan perusahaan di masa depan. Peran serta perusahaan dalam meningkatkan skill leadership memiliki banyak macam cara. Berikut ini kita akan melihat 10 perusahaan besar dunia yang memiliki program pengasahan skill leadership yang diperuntukan bagi karyawannya.

Sepenuhnya Dari Perusahaan Untuk Karyawan

Untuk urutan pertama mengenai perusahaan besar yang concern terhadap pengasahan skill leadership yaitu IBM yang memiliki program yaitu dengan mengirim tim SWAT untuk melatih jiwa kepimpinan pada seluruh staff atau pekerjanya di seluruh cabang. Pelatihan singkat dan rutin terutama diberikan kepada para karyawan baru guna meningkatkan etos kerja dan jiwa kepemimpinan yang kelak akan digunakan jika menjadi seorang pemimpin. Diurutan kedua ditempati oleh General Mills yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pangan terbesar di AS. Perusahaan yang memiliki 33 ribu karyawan ini memiliki program yang cukup eksklusif yaitu 90% promosi jabatan di peruntukan untuk lingkungan internal perusahan. Hal ini untu semakin menguatkan soliditas dan komitmen pekerja dengan perusahaan sehingga jiwa leadership dapat terus terjaga dan semakin baik.

Sedangkan di peringkat ketiga ditempati oleh Procter & Gamble, perusahaan toiletris terbesar dunia dengan pendapatan tahun lalu yang mencapai 79,7 miliar dollar. Salah satu program leadership yang diusung oleh P&G ialah dengan cara mengangkat CEO yang telah memulai karir dari bawah. Sehingga loyalitas dan leadership-nya dapat terjaga. Alasan lainnya yaitu untuk memberikan reward atas jerih payah yang dilakukan karyawan selama ini bahwa pengabdian akan membuahkan hasil nantinya. Perusahaan Asia masuk ke peringkat 4 yaitu Aditya Birla Group yang bergerak di bidang pertanian dan kimia. Perusahaan yang berbasi di Mumbai, India ini memfokuskan kepada pelatihan leadership bagi para petani sehingga memiliki jiwa tanggungjawab terhadap dirinya sendiri, distributor dan lingkungan sekitar. Proses tersebut memiliki makna strategis mengingat hubungan antara petani dengan Aditya Birla harus erat. Petani memiliki peran penting sebagai konsumen produk-produk Aditya Birla seperti pupuk.

Peringkat kelima ditempati oleh Colgate-Palmolive, perusahan asal AS yang bergerak di sektor toiletris dan alat-alat kesehatan. Colgate-Palmolive memberlakukan adanya pelatihan leadership sepekan penuh bagi karyawan baru. Pelatihan tersebut berisi sesi presentasi kelompok, pemecahan masalah sampai dengan proyek bisnis singkat untuk melatih tanggungjawab para karyawan baru. Selanjutnya diikuti oleh Hindustan Unilever atau Unilever divisi India yang memunculkan program leadership dalam bentuk pengiriman manajer muda untuk tinggal di perkampungan di India agar mereka dapat mengerti kebutuhan dan kemampuan konsumsi para calon konsumen. Masih di India, ICICI Bank, bank lokal asal Mumbai membuat kebijakan dengan merekrut 2500 orang freelance untuk mengidentifikasi secara detail asal-usul calon pekerja yang telah memasuki tahap akhir dalam proses rekruitmen. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menyeleksi secara ketat calon pemimpin di perusahaan.

Urutan ke delapan ditempati oleh McDonald's, restoran cepat saji terkemuka dunia, membuat kebijakan yang bernama Officer Development Program (ODP) untuk memperoleh talenta baru yang berkualitas di bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Pemasaran. ODP ini dijalankan selama 1 tahun agar dapat menyesuaikan budaya kerja para calon karyawan baru. Di peringkat ke 9 ditempati oleh Whirlpool, perusahaan yang bergerak di sektor alat-alat kebutuhan rumah tangga. Whirlpool mencoba untuk berinovasi dalam menciptakan sebuah iklim pembentukan jiwa kepemimpinan dengan cara melakukai evaluasi atau tes bagi senior eksekutif dalam hal penciptaan ide-ide bisnis yang baru. Dan di urutan terakhir ditempati oleh PepsiCo, yang memberlakukan sebuah sistem perjalanan karir selama 10 tahun bagi karyawan entry level untuk dapat berkembang dan menduduki jabatan yang memiliki strata yang tinggi.


Lihat Analisis Vibiz Research