(Vibiznews - Business) - Leadership atau jiwa kepemimpinan merupakan salah satu indikator penting dalam menunjang karir seseorang. Jiwa kepemimpinan dapat dipupuk oleh si individu maupun tempaan dari sistem ketenagakerjaan dan jobdesc yang di tawarkan oleh sebuah perusahaan. Hal nomor dua dinilai memiliki peran yang lebih penting mengingat tiap individu dapat terus mengembangkan kemampuannya. Disisi lain, skill leadership juga menjadi syarat utama bagi perkembangan perusahaan di masa depan. Peran serta perusahaan dalam meningkatkan skill leadership memiliki banyak macam cara. Berikut ini kita akan melihat 10 perusahaan besar dunia yang memiliki program pengasahan skill leadership yang diperuntukan bagi karyawannya.
Sepenuhnya Dari Perusahaan Untuk Karyawan
Sedangkan di peringkat ketiga ditempati oleh Procter & Gamble, perusahaan toiletris terbesar dunia dengan pendapatan tahun lalu yang mencapai 79,7 miliar dollar. Salah satu program leadership yang diusung oleh P&G ialah dengan cara mengangkat CEO yang telah memulai karir dari bawah. Sehingga loyalitas dan leadership-nya dapat terjaga. Alasan lainnya yaitu untuk memberikan reward atas jerih payah yang dilakukan karyawan selama ini bahwa pengabdian akan membuahkan hasil nantinya. Perusahaan Asia masuk ke peringkat 4 yaitu Aditya Birla Group yang bergerak di bidang pertanian dan kimia. Perusahaan yang berbasi di Mumbai, India ini memfokuskan kepada pelatihan leadership bagi para petani sehingga memiliki jiwa tanggungjawab terhadap dirinya sendiri, distributor dan lingkungan sekitar. Proses tersebut memiliki makna strategis mengingat hubungan antara petani dengan Aditya Birla harus erat. Petani memiliki peran penting sebagai konsumen produk-produk Aditya Birla seperti pupuk.
Peringkat kelima ditempati oleh Colgate-Palmolive, perusahan asal AS yang bergerak di sektor toiletris dan alat-alat kesehatan. Colgate-Palmolive memberlakukan adanya pelatihan leadership sepekan penuh bagi karyawan baru. Pelatihan tersebut berisi sesi presentasi kelompok, pemecahan masalah sampai dengan proyek bisnis singkat untuk melatih tanggungjawab para karyawan baru. Selanjutnya diikuti oleh Hindustan Unilever atau Unilever divisi India yang memunculkan program leadership dalam bentuk pengiriman manajer muda untuk tinggal di perkampungan di India agar mereka dapat mengerti kebutuhan dan kemampuan konsumsi para calon konsumen. Masih di India, ICICI Bank, bank lokal asal Mumbai membuat kebijakan dengan merekrut 2500 orang freelance untuk mengidentifikasi secara detail asal-usul calon pekerja yang telah memasuki tahap akhir dalam proses rekruitmen. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menyeleksi secara ketat calon pemimpin di perusahaan.
Urutan ke delapan ditempati oleh McDonald's, restoran cepat saji
Lihat Analisis Vibiz Research