Monday, October 31, 2011

Jepang Akan Beli Surat Hutang Eropa, Kebijakan Strategis Negara Eksportir

Senin, 31 Oktober 2011 17:25 WIB

(Vibiznews - Business) - Kondisi fundamental ekonomi global pada hari ini (31/10) cukup dikejutkan oleh adanya laporan bahwa Jepang akan kembali meneruskan upaya pembelian obligasi yang diluncurkan oleh Eropa. Melanjutkan kebijakan tahun lalu dimana Jepang juga sempat membeli surat hutang yang diluncurkan oleh Yunani, kini pemerintah Jepang telah sepakat untuk membeli surat hutang yang akan dikeluarkan oleh Komite Eropa melalui European Financial Stability Facility (EFSF). Jepang merupakan salah satu dari beberapa investor yang cukup potensial menjadi pembeli surat hutang selain China. Jepang diperkirakan akan "memborong" surat hutang EFSF sebesar 1 triliun euro.

Prediksi tersebut cukup memberikan "angin segar" dimana Eropa saat ini membutuhkan suntikan dana segar setelah di pekan lalu pertemuan Uni Eropa telah menyepakati akan merilis dana bantuan sebesar 1,4 triliun dollar guna mengurangi tekanan krisis yang terjadi di beberapa negara Eropa. Pihak Komite Eropa sendiri bahkan menanggapi positif rencana pemerintah Jepang dan menyebutkan bahwa pembelian surat hutang yang dilakukan oleh Jepang tersebut merupakan sebuah bentuk "solidaritas" terhadap kawasan yang masing-masing memiliki faktor bisnis yang menguntungkan.

Hasil dari Perundingan G20

Banyak kalangan menilai bahwa kebijakan Jepang tersebut merupakan hasil dari kesepakatan pada pertemuan G20 yang dilakukan pada awal bulan ini. Jepang yang merupakan anggota G20 dinilai sebagai "langganan" pembeli surat hutang Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini merupakan sebuah sinyalemen strategis bagi Jepang yang merupakan salah satu eksportir produk-produk barang jadi terutama elektronik dan otomotif ke Eropa.

Ikatan bisnis antara kedua belah pihak menjadi alasan yang harus terus dibina. Maka dari itu, dengan melakukan pembelian surat hutang disaat Eropa sedang terguncang merupakan momentum yang tepat untuk menguatkan hubungan antara kedua belah pihak. Dalam pembelian surat hutang EFSF yang dilakukan oleh Jepang nantinya akan di bagi menjadi dua term yaitu pada bulan Januari dan Juli tahun depan.

Berbeda dengan tujuan pembelian surat hutan di tahun lalu, kini Jepang lebih memfokuskan kepada penyelamatan ekonomi Italia dan Spanyol. Untuk Italia sendiri, momentum yang dilakukan oleh Jepang seiring dengan rencana penjualan surat hutan yang dilakukan oleh pemerintah Itali sebesar 3,08 miliar euro yang merupakan penjualan surat hutang terbesar Italia sejak November 2000.

Namun disaat yang bersamaan, kebijakan pembelian surat hutang yang dilakukan oleh Jepang memiliki resiko bagi perekonomian Jepang yang masih cukup tertekan paska musibah gempa dan tsunami yang terjadi pada bulan Maret lalu. Dan penguatan yen terhadap Dollar AS menjadi sebuah ancama tersendiri bagi sektor eksportir Jepang.

Lihat Analisis Vibiz Research

Thursday, October 27, 2011

Kreditur Yunani Setujui Penghapusbukuan 50% Utang; Sukses Awal Rencana Penyelamatan Eropa

Kamis, 27 Oktober 2011 14:54 WIB

(Vibiznews – Business) – Para petinggi Uni Eropa akhirnya berhasil mengeluarkan rumusan langkah kebijakan yang diharapkan akan dapat mengatasi kemelut krisis utang di Eropa (27/10). Meskipun masih banyak nada sumbang dari berbagai pihak mengenai efektivitas kebijakan tersebut akan tetapi tentunya sentimen pasar mulai membaik dengan harapan-harapan baru terselesaikannya krisis Eropa.


Para petinggi Eropa telah berhasil meyakinkan para kreditur Yunani untuk menghapusbukukan 50% utang Negara tersebut. Langkah ini diambil untuk menurunkan beban utang Yunani setelah negosiasi alot yang dikabarkan berlangsung selama delapan jam antara kreditur berupa bank dan perusahaan asuransi, para kepala Negara Uni Eropa, dan perwakilan bank sentral serta IMF.

Dalam perjanjian tersebut para kreditur bersedia menghapusbukukan 50% investasinya dalam obligasi Yunani. Langkah ini akan mengakibatkan turunnya beban utang Yunani sebesar 100 miliar euro, memotong utangnya menjadi 120% GDP per tahun 2020 mendatang. Saat ini utang Yunani mencapai besaran 160% dari GDP.

Di waktu yang sama kawasan euro akan menawarkan “peningkatan kredit” ke para kreditur tersebut senilai kurang lebih 30 miliar euro. Paket ini juga disertai dengan paket rekapitalisasi perbankan Eropa yang mencapai nilai 106 miliar euro. Diharapkan paket perjanjian ini akan dapat dirampungkan hingga batas waktu akhir tahun ini karena hal tersebut merupakan prasyarat agar Yunani dapat kembali memperoleh bantuan penyelamatan tahap keduanya sebelum tahun 2012.

Peningkatan Besaran Dana Darurat (EFSF)

Di samping kesepakatan mengenai paket penghapusbukuan utang tersebut, para petinggi Eropa juga menyetujui peningkatan kemampuan institusi dana darurat Eropa, European Financial Stability Facility (EFSF).

EFSF dibentuk tahun lalu dengan dana talangan senilai 440 miliar euro (600 miliar dolar AS). Dana terebut sudah dipergunakan untuk menyediakan bantuan untuk Irlandia, Portugal dan Yunani. Saat ini dilaporkan dana yang tersisa hanya sekitar 290 miliar euro. Sekitar 250 miliar euro dari dana yang tersisa akan mengalami leveraging sekitar 4-5 kali, sehingga akan menghasilkan dana senilai 1 triliun euro.

Leveraging EFSF akan dilakukan dalam dua cara, menawarkan asuransi, atau garansi kerugian pertama, bagi pembeli utang kawasan euro di pasar primer, atau melalui instrumen investasi tertentu yang akan diciptakan beberapa minggu mendatang. Investor yang dibidik untuk membeli surat utang ini terutama adalah investor asal Brazil dan China.

Sarkozy sendiri menyatakan rencananya untuk bertemu dengan Presiden China Hu Jintao untuk memperbincangkan kemungkinan China ikut ambil bagian dalam proses penyelamatan Eropa.

Sebelumnya PM China Wen Jiabao memberikan sinyal minat untuk membantu menggiring Eropa keluar dari krisis keuangan. China sendiri memiliki kepentingan terhadap kesehatan kawasan ini karena Eropa merupakan kawasan tujuan ekspor terbesar China.

Meski demikian China akan sangat berhati-hati dalam menjawab panggilan permintaan tolong itu. China masih menyimpan kekhawatiran mengenai komitmen seluruh petinggi Eropa mengenai hal ini. China takut adanya ketidaksepakatan antara para petinggi Eropa sendiri dalam urun rembuk penyelamatan Yunani. Tentunya China tidak bersedia memberikan pertolongan tanpa adanya komitmen tersebut.

Niat Italia

Para petinggi Eropa juga menyerukan agar Italia mengambil langkah yang lebih kuat untuk melakukan reformasi sector dana pensiunnya. Kondisi ini menjadi sangat penting bagi Negara ini apabila tidak ingin bernasib sama dengan Yunani.

PM Silvio Berlusconi telah berjanji untuk menaikkan usia pensium menjadi 67 tahun per tahun 2026 mendatang. Ia juga akan menerapkan penyesuaian-penyesuaian terhadap model ekonomi Negara terebut. Berlusconi sendiri menerima banyak tentangan dari dalam negerinya dalam pengimplementasian rencana-rencana tersebut.


Lihat Analisis Vibiz Research

Wednesday, October 26, 2011

William Pesek : Tahun 2012 Akan Menjadi Tahun yang Berat Bagi Ekonomi China

Rabu, 26 Oktober 2011 15:06 WIB

(Vibiznews - Business) - Salah satu ekonomi terkemuka, William Pesek, pada hari ini kembali mengeluarkan pendapat dan prediksinya mengenai proyeksi ekonomi China sebagai salah satu negara industri paling kuat saat ini. Pesek dikenal sebagai salah satu ekonom dunia yang sering membahas mengenai perkembangan ekonomi Asia termasuk negara-negara industri yang berada dikawasan tersebut, tak terkecuali China. Menanggapi persoalan ancaman krisis yang terjadi pada Eropa, Pesek justru mengkaitkan imbas dari kondisi tersebut bagi perekonomian China baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurutnya, prospek ekonomi Eropa akan sangat tergantung dari kebijakan yang dibuat oleh pemegang regulasi di sektor finansial Eropa menyusul telah meluasnya imbas krisis finansial yang sebelumnya hanya melanda 2-3 negara termasuk Yunani. Dalam jangka panjang, perekonomian Eropa dinilai masih akan melamban. Meniliki keberadaan China, sebagai negara eksportir, kondisi tersebut akan tidak menguntungkan bagi China. Perlambatan ekonomi Eropa disinyalir akan masih terjadi hingga tahun yang dimana akan memberikan beban bagi sektor eksportir China.

Cina Terancam Krisis di Tahun 2012

Dengan adanya sinyalemen diatas, Pesek memprediksi bahwa tahun depan akan menjadi tahun yang sulit bagi perekonomian China. Ancaman overheating diperkirakan akan berlanjut dan diperlihatkan oleh penurunan pertumbuhan ekonomi sampai dengan tahun depan. Pesek bahkan memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi China akan berada pada kisaran 8 - 9% pada tahun depan. Lesunya sektor eksportir dan juga jenuhnya bisnis di sektor properti akan menjadi penyebab utama bagi perekonomian China. Prediksi yang menyebutkan bahwa China akan melampaui kapasitas perekonomian AS diperkirakan akan terwujud pada 10-20 tahun mendatang menurut Pesek.

Pesek juga beranggapan bahwa kenaikan inflasi akan menjadi sebuah penghambat bagi perkembangan ekonomi China. Kebijakan penambahan uang beredar yang diberlakukan oleh Fed secara tidak langsung juga menjadi penyebab kenaikan inflasi. Semakin beredarnya jumlah dollar di perdagangan menimbulkan sebuah surplus permintaan bagi mata uang yuan sehingga menjadikan yuan mengalami apresiasi. Peran kebijakan Bank Sentral China masih akan dibutuhkan terutama dalam meredam tingkat inflasi dengan salah satunya melakukan peningkat suku bunga acuan yang disisi lain akan berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi dan juga produktifitas di sektor ril.

Namun dalam jangka pendek atau lebih tepatnya sampai dengan akhir tahun ini, Pesek memprediksi bahwa perekonomian China masih cenderung tidak terlalu "jatuh". Turunnya performa pertumbuhan ekonomi masih disebabkan oleh adanya sebuah kontraksi yang disebabkan oleh kondisi eksternal. Sedangkan dalam kondisi internal, sektor industri China masih akan menunjukan kondisi yang positif sampai dengan akhir tahun.

Lihat Analisis Vibiz Research

Tuesday, October 25, 2011

Virginia Rometty, Si Cantik CEO Baru Raksasa Teknologi IBM

Rabu, 26 Oktober 2011 08:40 WIB

(Vibiznews – Business) – Peranan kaum wanita di abad ke-21 ini makin menunjukkan bahwa wanita bukan hanya dapat berkiprah di tingkat domestic, tapi juga dapat berhasil menjadi CEO-CEO yang tidak kalah dengan kaum pria (26/10). Bahkan untuk perusahaan-perusahaan raksasa teknologi yang masih didominasi kaum pria, dua wanita ini berhasil naik ke puncak dan menjadi CEO.

Pengumuman resmi IBM bahwa Virginia Rometty akan menggantikan Sam Palmisano sebagai CEO menjadikannya sebagai wanita kedua yang berkiprah sebagai CEO di sebuah perusahaan teknologi dunia. Bulan lalu Meg Whitman, penemu eBay, telah lebih dulu didapuk sebagai CEO Hewlett-Packard.

Rometty dijadwalkan akan secara resmi mengambil alih kepemimpinan dari tangan Palmisano pada bulan Januari 2012 mendatang. Dengan menjadi CEO dari IBM, Virginia menjadikannya perusahaan dengan nilai terbesar di AS yang dipimpin oleh seorang wanita.

Keputusan memilih sosok Virginia Rometty sebagai CEO sebetulnya cukup mengejutkan karena IBM merupakan perusahaan yang dikenal “saklek” dan cukup konservatif dalam memandang dominasi pria dalam bisnis teknologi. Meskipun demikian tampaknya keputusan IBM memilih wanita yang memang memiliki latar belakangan pendidikan insinyur dan ilmu computer ini sebagai CEO diterima dengan cukup baik di kalangan para petinggi Sillicon Valley dan para pemegang saham.

Rometty sendiri merupakan seorang veteran yang meniti karir di IBM sejak tahun 1981 sebagai system engineer. Posisi terakhirnya adalah wakil presiden divisi penjualan dan pemasaran global.

Penunjukan Rometty Picu Persaingan yang Makin Head-to-Head dengan HP

Penunjukan Rometty sebagai CEO IBM makin menegaskan persaingan dengan raksasa teknologi HP yang sejak dulu merupakan rival abadi IBM. Pasalnya CEO HP juga dipegang oleh seorang wanita yaitu Meg Whitman. Kedua wanita ini sama-sama menempati posisi sebagai wanita-wanita paling berpengaruh di dunia, dan juga anggota klik eksklusif yang berisi CEO-CEO wanita berskala global yang anggotanya antara lain Indra Nooyi dari PepsiCo, Ursula Burns dari Xerox, Irene Rosenfeld dari Kraft dan Ellen Kullman dari DuPont.

Sebuah sumber menyatakan bahwa sebenarnya sebelum menunjuk Whitman sebagai CEO, HP justru berusaha untuk “membajak” Rometty. Di tahun 2010 lalu Rometty sempat ditawarkan menempati posisi CEO HP untuk menggantikan Mark Hurd. Akan tetapi Rometty memutuskan untuk tetap setia kepada perusahaan yang telah membesarkan dan dibesarkannya. Keputusan Rometty tersebut ternyata tepat sasaran dan mengantarkannya menjadi orang nomer satu.

Prestasi Rometty yang mengantarkannya sebagai rising star berawal dari kesuksesannya mengawal proses integrasi dengan divisi konsultasi PriceWaterhouseCooper. Langkah sukses tersebut berhasil meroketkan IBM menjadi salah satu perusahaan konsultasi teknologi terbesar di dunia.

Lihat Analisis Vibiz Research