Thursday, October 27, 2011

Kreditur Yunani Setujui Penghapusbukuan 50% Utang; Sukses Awal Rencana Penyelamatan Eropa

Kamis, 27 Oktober 2011 14:54 WIB

(Vibiznews – Business) – Para petinggi Uni Eropa akhirnya berhasil mengeluarkan rumusan langkah kebijakan yang diharapkan akan dapat mengatasi kemelut krisis utang di Eropa (27/10). Meskipun masih banyak nada sumbang dari berbagai pihak mengenai efektivitas kebijakan tersebut akan tetapi tentunya sentimen pasar mulai membaik dengan harapan-harapan baru terselesaikannya krisis Eropa.


Para petinggi Eropa telah berhasil meyakinkan para kreditur Yunani untuk menghapusbukukan 50% utang Negara tersebut. Langkah ini diambil untuk menurunkan beban utang Yunani setelah negosiasi alot yang dikabarkan berlangsung selama delapan jam antara kreditur berupa bank dan perusahaan asuransi, para kepala Negara Uni Eropa, dan perwakilan bank sentral serta IMF.

Dalam perjanjian tersebut para kreditur bersedia menghapusbukukan 50% investasinya dalam obligasi Yunani. Langkah ini akan mengakibatkan turunnya beban utang Yunani sebesar 100 miliar euro, memotong utangnya menjadi 120% GDP per tahun 2020 mendatang. Saat ini utang Yunani mencapai besaran 160% dari GDP.

Di waktu yang sama kawasan euro akan menawarkan “peningkatan kredit” ke para kreditur tersebut senilai kurang lebih 30 miliar euro. Paket ini juga disertai dengan paket rekapitalisasi perbankan Eropa yang mencapai nilai 106 miliar euro. Diharapkan paket perjanjian ini akan dapat dirampungkan hingga batas waktu akhir tahun ini karena hal tersebut merupakan prasyarat agar Yunani dapat kembali memperoleh bantuan penyelamatan tahap keduanya sebelum tahun 2012.

Peningkatan Besaran Dana Darurat (EFSF)

Di samping kesepakatan mengenai paket penghapusbukuan utang tersebut, para petinggi Eropa juga menyetujui peningkatan kemampuan institusi dana darurat Eropa, European Financial Stability Facility (EFSF).

EFSF dibentuk tahun lalu dengan dana talangan senilai 440 miliar euro (600 miliar dolar AS). Dana terebut sudah dipergunakan untuk menyediakan bantuan untuk Irlandia, Portugal dan Yunani. Saat ini dilaporkan dana yang tersisa hanya sekitar 290 miliar euro. Sekitar 250 miliar euro dari dana yang tersisa akan mengalami leveraging sekitar 4-5 kali, sehingga akan menghasilkan dana senilai 1 triliun euro.

Leveraging EFSF akan dilakukan dalam dua cara, menawarkan asuransi, atau garansi kerugian pertama, bagi pembeli utang kawasan euro di pasar primer, atau melalui instrumen investasi tertentu yang akan diciptakan beberapa minggu mendatang. Investor yang dibidik untuk membeli surat utang ini terutama adalah investor asal Brazil dan China.

Sarkozy sendiri menyatakan rencananya untuk bertemu dengan Presiden China Hu Jintao untuk memperbincangkan kemungkinan China ikut ambil bagian dalam proses penyelamatan Eropa.

Sebelumnya PM China Wen Jiabao memberikan sinyal minat untuk membantu menggiring Eropa keluar dari krisis keuangan. China sendiri memiliki kepentingan terhadap kesehatan kawasan ini karena Eropa merupakan kawasan tujuan ekspor terbesar China.

Meski demikian China akan sangat berhati-hati dalam menjawab panggilan permintaan tolong itu. China masih menyimpan kekhawatiran mengenai komitmen seluruh petinggi Eropa mengenai hal ini. China takut adanya ketidaksepakatan antara para petinggi Eropa sendiri dalam urun rembuk penyelamatan Yunani. Tentunya China tidak bersedia memberikan pertolongan tanpa adanya komitmen tersebut.

Niat Italia

Para petinggi Eropa juga menyerukan agar Italia mengambil langkah yang lebih kuat untuk melakukan reformasi sector dana pensiunnya. Kondisi ini menjadi sangat penting bagi Negara ini apabila tidak ingin bernasib sama dengan Yunani.

PM Silvio Berlusconi telah berjanji untuk menaikkan usia pensium menjadi 67 tahun per tahun 2026 mendatang. Ia juga akan menerapkan penyesuaian-penyesuaian terhadap model ekonomi Negara terebut. Berlusconi sendiri menerima banyak tentangan dari dalam negerinya dalam pengimplementasian rencana-rencana tersebut.


Lihat Analisis Vibiz Research