Tuesday, September 6, 2011

Temasek Kembali Borong Saham CCB Sektor Perbankan Cina Masih Favorit

Selasa, 06 September 2011 22:30 WIB

Holding company asal Singapura, Temasek pada hari ini (6/9) memberikan laporan bahwa pihaknya telah membeli saham dari salah satu bank terbesar di China yaitu China Construction Bank senilai 2,8 miliar dollar. Dalam kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak, Temasek akan membeli sebanyak 4,4 miliar lembar saham.

Proses pembelian saham CCB oleh Temasek bulanlah pertama kali setelah tahun lalu holding company ini sempat membeli saham CCB. Namun pada bulan Juli lalu Temasek menjual saham CCB senilai 9,4 miliar hkd dengan harga per lembar saham senilai 6,26 hkd. Penjualan saham tersebut sebagai respon atas prediksi bearishnya saham CCB dalam jangka pendek dan pengaruh negatifnya prospek sektor perbankan seiring dengan spekualsi buble economy dan resiko di sektor kredit. Sepanjang bulan Juni lalu saham CCB tercatat mengalami penurunan sebesar 14%.Namun, pembelian saham yang dilakukan pada saat ini dinilai sebagai investasi jangka panjang. Sektor perbankan China dinilai masih cukup prospektif setelah pemerintah China terus berupaya menekan tingkat inflasi agar dapat memberikan kestabilan bagi perekonomian dalam negeri.

Selain itu, kebijakan pembelian saham CCB disinyalir akibat rekomendasi dari Chief Investment Officer Temasek yang baru yaitu, Tan Chong Lee yang merupakan mantan kepala bidang investasi dari Bank of America wilayah Asia Tenggara. Nama BoA merupakan salah satu pihak yang memiliki saham CCB sejak beberapa tahun terakhir. Sehingga tidak mengherankan jika Tan Chong Lee memiliki pengalaman terhadap investasi di saham CCB. BoA saat ini memiliki 25,6 miliar saham CCB setelah bulan lalu sempat menjual 13,1 miliar saham CCB dan memperoleh keuntungan sebesar 3,3 miliar dollar. Penjualan saham CCB yang dilakukan oleh BoA disebabkan oleh tekanan sektor finansial dalam negeri AS yang membutuhkan dana likuid guna menjaga kondisi internal dalam menghadapi ancaman imbas krisis finansial di Eropa.

Disisi CCB sendiri, penjualan saham yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir memiliki strategi tersendiri dalam menunjang kebijakan peningkatan modal likuid untuk menyalurkan kredit ke sektor riil. China Construction Bank merupakan bank kedua yang memiliki jumlah aset terbesar dunia dengan nilai sebesar 10,7 triliun yuan. Fokus bisnis utama CCB ialah menyalurkan kredit kepada sektor riil yang bergerak di sektor pertanian, manufaktur, transportasi hingga telekomunikasi.

Tahun ini, CCB direncanakan akan merilis pengajuan kredit ke sektor ril senilai 80 miliar yuan. Hal ini sesuai dengan instruksi pemerintah China yang ingin terus memicu performa sektor riil dalam menahan ancaman penurunan performa ekonomi dalam jangka pendek.

Jumlah kepemilikan jumlah saham CCB oleh Temasek Holdings saat ini diperkirakan sebesar 7,03%, dengan total sebanyak 16,9 miliar saham. Sedangkan CCB sendiri melepas 36% kepemilikan saham ke global sejak bulan Maret lalu sebanyak 36%. Investor CCB yang sama-sama di sektor perbankan untuk saat ini ialah BoA, Standard Chartered, DBS Group Holdings, ICICI Bank dan Bank Danamon Indonesia.

Dengan melihat ekspansi yang dilakukan Temasek Holdings, kita dapat mengetahui bahwa sektor perbankan masih menjadi incaran untuk berinvestasi. Apalagi berdasarkan prospek yang dimiliki, bank-bank asal China telah memiliki daya saing dengan bank-bank asal AS ataupun Eropa. Ditengah gejolak krisis kredit yang terjadi Eropa terus menggiring para investor untuk mengalihkan dana ke sektor perbankan China yang masih memiliki prospek yang tinggi.

Monday, September 5, 2011

Bursa Vietnam Dipandang Lebih Sexy Dibandingkan Bursa Indonesia


Senin, 05 September 2011 19:37 WIB

Pertumbuhan bursa saham Indonesia sepanjang tahun 2011 memang sangat mengesankan (05/09). Para investor asing yang giat-giatnya menempatkan uangnya ke dalam portofolio saham dalam negeri mengakibatkan bursa Indonesia menjadi bursa saham dengan kinerja terbaik di Asia Tenggara selama satu tahun belakangan. Akan tetapi saat ini bursa Indonesia sudah dianggap mengalami overheating sehingga para investor mulai melirik bursa negara lain di Asia Tenggara, yaitu Vietnam.

David Roes, CEO Asean Investmen Management memberikan alasan mengepa Vietnam merupakan tempat yang menarik untuk menanamkan uang di bursa saham. Menurutnya bursa saham Vietnam menawarkan tiga kunggulan yaitu nilai, pertumbuhan dan dividen.

Roes berencana meningkatkan exposure-nya terhadap portofolio Vietnam sebesar 30% dari 10% saat ini. Di saat yang bersamaan Roes menurunkan exposure terhadap portofolio di bursa saham Indonesia sebesar 10% karena ia percaya bahwa kondisi bursa saham Indonesia saat ini sudah berada dalam situasi yang overheat setelah selama 12 bulan belakangan IHSG melejit sebesar 24%.

Bursa saham dalam negeri dinilai sudah mencapai nilai optimalnya. Yang tertinggal saat ini hanyalah kemungkinan terjadinya penurunan dari sisi pertumbuhan dan kemungkinan penurunan akibat tidak terpenuhinya ekspektasi keuntungan perusahaan-perusahaan di bursa.

Vietnam dipercaya merupakan investasi yang sangat menarik untuk saat ini. Bursa saham di negara tersebut menawarkan return sebesar 30 hingga 40%.

Inflasi Masih Menjadi Ancaman Bagi Outlook Bullish Bursa Vietnam

Meskipun dari sisi fundamental bursa mengesankan, akan tetapi inflasi masih menjadi ancaman bagi negara ini, kondisi yang sama juga terjadi di berbagai negara Asia yang mencatatkan pertumbuhan sehat selama satu tahun terakhir. Pada bulan Juli lalu inflasi konsumen mengalami percepatan menjadi 22% (y/y). Inflasi di Vietnam ini tercatat merupakan yang tertinggi di kawasan Asia.

Meskipun mengalami inflasi sedemikian tinggi, Roes percaya bahwa Vietnam dapat mengatasi kondisi tersebut. Menurutnya pada paruh pertama tahun 2012 mendatang inflasi tahunan di Vietnam dapat berada di bawah level 10%, mungkin bahkan nyaris mencapai 9%. Menurutnya jika inflasi tersebut dapat tercapai, pertumbuhan indeks saham di Vietnam akan mengalami lonjakan tajam.

Indeks saham Vietnam sendiri saat ini telah turun tajam dari posisi tertinggi sepanjang sejarah yang dicapai pada tahun 2007 lalu, saat ini berada 60% di bawah level tertinggi tersebut. Akan tetapi Roes justru menganggap bahwa kondisi ini merupakan saat ideal untuk melakukan pembelian. Meskipun demikian Roes menyarankan agar pembelian dilakukan dengan berhati-hati dan ditujukan bagi saham-saham yang memiliki kapitalisasi menengah dan kecil.

Vietnam merupakan pasar frontier yang memiliki likuiditas yang lebih kecil dibandingkan dengan pasar yang lebih besar seperti Indonesia. Menurut HSBC turnover harian di Vietnam hanya mencapai 28 juta dolar pada tahun 2010 lalu. Meskipun demikian Roes yakin bahwa jika investor ingin keluar dari pasar tidak akan menjadi masalah. Apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan dan investor ingin keluar masih cukup mudah untuk dilakukan.

Sunday, September 4, 2011

Jun Azumi, Pilihan Noda Untuk Menteri Keuangan Jepang yang Baru

Jumat, 02 September 2011 15:10 WIB

Paska pengangkatan Perdana Menteri Jepang yang baru saja dilantik yaitu Yoshihiko Noda, kini publik Jepang dikejutkan dengan penunjukkan Noda terhadap Menteri Keuangan Jepang yang baru. Nama Menteri Keuangan Jepang yang baru tersebut ialah Jun Azumi, pria kelahiran Ishinomaki berumur 49 tahun kini menjadi perbincangan hangat di kalangan media dan pengamat.

Jun Azumi bukanlah seorang tokoh yang asing bagi kalangan politisi dan ekonomi di Jepang. Azumi dinilai sebagai tokoh kritis yang memiliki kedekatan dengan rakyat dalam berbagai misi sosialnya. Dirinya merupakan salah satu fungsionaris Partai Demokratik atau satu partai dengan Yoshihiko Noda. Indikasi penarikan nama Azumi menjadi Menteri Keuangan Jepang nantinya memang tidak terlepas dari indikasi adanya penarikan tokoh-tokoh unggulan dari Partai Demokratik.

Meski baru dilantik sebagai Menteri Keuangan Jepang, publik rupanya cukup yakin terhadap terpilihnya Jun Azumi untuk menjalankan posisi tersebut. Dalam beberapa polling yang dilakukan beberapa media, ekspektasi positif dan harapan terhadap terpilihnya Menteri Keuangan yang baru cukup besar. Meski tidak menutup kondisi bahwa rakyat menginginkan adanya kestabilan politik terutama adanya penurunan tensi pergantian Menteri Keuangan yang terlalu sering terjadi. Sejak tahun 2008 lalu, tercatat telah terjadi 8 kali pergantian posisi Menteri Keuangan di Jepang.

Banyak PR Menanti

Beberapa harapan penting dan utama terhadap calon Menteri Keuangan Jepang yang baru masih tidak terlepas terhadap upaya kelanjutan proses rehabilitasi dan rekonstruksi paska gempa dan tsunami yang terjadi bulan Maret lalu. Apalagi tempat kelahiran Azumi merupakan salah satu wilayah yang terkan imbas dari bencana tersebut sehingga tidak menutup kemungkinan adanya keterikatan batin yang sama dengan para korban. Publik menginginkan adanya sebuah percepatan proses perbaikan sarana dan prasarana di provinsi-provinsi yang terkena dampak gempa dan tsunami. Hal yang paling utama di inginkan oleh publik ialah bagaiman dampak dari kebocoran nuklir di Fukushima dapat berhenti dan proses penyelamatan lingkungan dapat terus dijalankan sehingga korban dan penduduk yang sebelumnya tinggal di daerah tersebut dapat kembali. Bagi publik Jepang, Fukushima merupakan provinsi yang dikenal sebagai salah wilayah penghasil produk-produk pertanian dan perikanan terbesar di Jepang. Perdana Menteri Jepang sebelumnya, Naoto Kan memprediksi bahwa kerugian akibat kebocoran nuklir di Fukushima senilai dengan 6 triliun yen.

Dari segi ekonomi makro, Azumi pun dihadapkan pada sebuah tantangan dan pemberian solusi dari beberapa hal seperti adanya sebuah kebijakan pembendungan penguatan nilai tukar yen terhadap dollar. Menurut Toshiyuki Shiga, ketua dari Asosiasi Industri Manufaktur dan Otomitif Jepang, menyatakan bahwa terus bullish pergerakan yen dinilai akan menjadi sebuah pukulan bagi sektor eksportir Jepang. Secara tren, pelemahan nilai tukar dollar terhadap yen dapat menekan sektor eksportir yang terkenal menjadi tulang punggung ekonomi Jepang. Selain itu, perekonomian Jepang juga dihadapkan pada ancaman imbas penurunan sektor finansial yang terjadi di beberapa negara industri tak terkecuali pada AS.

Dikalangan para ekonom, sosok Azumi dinilai sebagai ekonom pro sektor riil. Sedikit sekali dirinya menyinggung mengenai solusi kebijakan moneter dalam merespon kondisi ekonomi Jepang dan dunia pada saat ini. Hal ini cukup dikhawatirkan oleh pengamat mengingat seorang Menteri Keuangan diharuskan dekat dengan posisi Bank Sentral terutama untuk memberikan rekomendasi bagi kebijakan moneter yang dihasilkan.

Program pertama yang harus ia jalani dalam waktu dekat ialah dengan mendatangi pertemuan G7 pada 7 September mendatang di Marseille, Perancis. Dalam pertemuan tersebut direncanakan akan membahas mengenai program-program penting dalam menghadapi ancaman krisis sektor finansial yang diperoleh dari tertekannya beberapa negara di Eropa akibat penurunan rating kredit.

Sedangkan menurut pandangan beberapa pengamat lainnya Azumi harus memutuskan apakah akan menjual yen kembali setelah intervensi bulan lalu gagal untuk membendung keuntungan yang mengancam pemulihan ekonomi dari bencana Maret. Dia juga akan merencanakan anggaran dan pajak setelah Moody `s Investors Service menurunkan peringkat utang negara bulan lalu akibat kekhawatiran bahwa pemerintah akan gagal untuk mengendalikan utang.

"Dengan Noda sebagai bosnya, menteri keuangan baru mungkin mewarisi komitmen Noda untuk memastikan kesehatan fiskal," ujar Takeshi Minami, kepala ekonom di Tokyo pada Norinchukin Research Institute Co, sebelum pengumuman. "Pertanyaannya adalah bagaimana ia akan meyakinkan anggota parlemen yang sangat menentang" untuk kenaikan pajak untuk mengurangi utang Jepang.

Sebagai catatan, Yen menguat seperti pada pasca-Perang Dunia ke II. Membuat produk-produk Jepang kurang kompetitif di luar negeri dan mengikis keuntungan eksportir luar negeri. Mata uang Jepang menguat menjadi 75,95 terhadap dolar pada 19 Agustus, menguat bahkan setelah pemerintah turun tangan dalam pasar valuta asing pada 4 Agustus untuk pertama kalinya sejak bulan Maret

Jackie Chan: Philanthropy's Hardest Working Man

Kamis, 01 September 2011 11:25 WIB

Hari lain yang panjang hampir berakhir dan bintang laga Hongkong, Jackie Chan seakan tetap tak mengenal lelah. Tidak mengherankan, sehari sebelumnya dirinya melakukan lari semalaman ke Beijing dengan membawa obor sekaligus mempromosikan Dunia Permainan Universitas mendatang di Guangzhou.

Pada saat itu, Jackie Chan mendarat di Hongkong lalu bergegas langsung ke serangkaian pemotretan. Disusul dengan penampilan dan tugasnya untuk dubbing di big movie Kung Fu Panda 2. Sambil menjalankan serangkaian kesibukannya tersebut, Jackie Chan menggosok matanya memberikan gambaran bahwa jelas dirinya membutuhkan waktu untuk istirahat. Akan tetapi dirinya masih tetap harus memenuhi satu janji lagi, kali ini dengan lawan khusus.

Dayne Nourse terbang dari Salt Lake City di Amerika untuk menunjukkan Chan mengenai gerakannya. Tampak Dayne bukanlah seperti musuh yang tangguh bagi Chan. Nourse, 14, berdiri setinggi pinggang namun kebanyakan dirinya justru duduk di kursi roda akibat lumpuh karena penyakit tulang rapuh. Make A Wish Foundation menerbangkannya ke Hongkong untuk bertemu dengan idolanya, Jackie Chan di saat terakhirnya.

Dalam pertemuan di sebuah jamuan makan malam yang dibuat khusus oleh Chan untuk Nourse dan Make A Wish remaja lainnya, Keisha Knauss di sebuah restoran Kowloon Barat, Chan membuat wajah konyol dan menghibur Knauss kemudian mengajarkan kungfu bergerak ke Nourse. Penampilan mengagumkan Chan tentu saja mendapatkan pujian dari Nourse.

"Dia benar-benar keren. Saya tahu dia bagus saat beraksi di film tapi aku tidak tahu betapa baiknya dia dan ini sungguh membuat mimpi saya menjadi kenyataan dapat bertemu langsung dan mendapat ilmu darinya," ujar Nourse saat itu mengenai bintang idolanya, Jackie Chan.

Dalam perjamuan yang dihadiri dengan banyak temannya, Chan tak sungkan untuk berpindah dari satu meja ke meja berikutnya untuk memberikan hiburan. Sebelumnya justru Chan telah mengajak remaja sekitar lainnya dari Clearwater Bay studio film dengan menghujani mereka melalui souvenir sambil menunjukkan aksi beraninya.

"Saya tahu betapa pentingnya saat ini. Selama beberapa saat yang lalu saya memang jauh dari anak-anak. Jika saja saya bisa membantu mereka untuk dapat hidup dua hari lagi atau dua tahun lagi, apa saja akan saya lakukan sebab inilan yang membuat saya dapat bahagia," ungkap Jackie Chan mengenai harapannya kepada para remaja tersebut.

Jackie Chan, 57, kini merupakan raksasa hiburan dengan lebih dari seratus film, televisi, dan menunjukkan kartun serta album rekaman untuk kreditnya. Di Hongkong yang tak lain kota penuh obsesi dengan perdagangannya dimana seorang miliarder adalah selebritis, Chan telah menjadi ikon Hongkong.

Tidak seperti anak-anak kebanyakan lainnya di industri Hongkong, yang merupakan terbesar di dunia setelah Hollywood, sampai dengan tahun 1990. Chan meraup sukses dan mengumpulkan kekayaannya dengan caranya sendiri. Chan banyak melakukan aksi menantang maut sendiri. Sebagai bintang dunia dengan hits internasional seperti Rush Hour, dirinya mengklaim biaya hingga $25.000.000.

"Jackie Chan membantu menciptakan Golden Age of bioskop Hongkong pada tahun 1980 dan selanjutnya merupakan bagian dari bakat Hongkong yang berhasil di Hollywood serta bioskop internasional. Jackie Chan membantu membentuk bagaimana dunia saat ini melihat film Hongkong," ujar Roger Garcia, Direktur Eksekutif dari Film Festival Internasional Hongkong.

Beberapa istilah filmnya hampir tidak pernah muncul kritikan. Dengan dicampur tema komedi, aksi, dan positif justru terbukti ampuh untuk menjadi daya tarik box office. Penggemarnya di seluruh dunia turut menentang adanya kategorisasi.

Pada bulan Desember, yang masuk sebagai friends di Facebooknya berjumlah 10 juta penggemar. Bahkan kini sudah bertambah dengan jumlah yang sangat fantastis per 2 September 2011 sebanyak 20.411.778 penggemar. Bahkan para kritikus mengakui bahwa Chan telah menyuntikkan kehidupan ke dalam film action Asia dengan penguasaan bela dirinya.

Sepanjang perjalanan karirnya, Jackie Chan telah berubah dari stuntman dan pejuang untuk orang terkemuka serta model peran. Namun demikian, slapstick script, film-filmnya biasanya memiliki pesan moral yang kuat. Dirinya sering membela underdog atau bulu babi. Semua filmua selalu bersih, tanpa adanya adegan seks atau kekerasan grafis sebut saja salah satunya Kungfu Disney dengan karakteristik Konfusianisme.

Ketenaran yang didapatkan oleh Jackie Chan justru telah mengubah dirinya menjadi salah satu dermawan utama Asia. Yang lain mungkin memberikan lebih atau mendapatkan perhatian lebih, tapi mungkin tidak ada yang bekerja bekerja lebih keras untuk menyebabkan lebih dari Chan.

"Setiap kali kami meminta dia untuk menghadiri suatu acara, dia langsung setuju tanpa pertanyaan apapun," ujar Anthony Lau, Direktur Badan Pariwisata Hongkong. Chan telah menghadapi segala sesuatu dari kampanye untuk tidak merokok sebagai upaya untuk pembersihan. Chan bekerja di daerah terpencil Cina tetapi terbang 30 jam langsung ke acara tersebut. Hari berikutnya dia melakukan perjalanan kembali dan memakan waktu 30 jam lagi.

Chan selalu menyesali kurangnya pendidikan formal. Jadi, ketika ia meluncurkan Yayasan Amal Jackie Chan pada tahun 1988, menawarkan beasiswa dan bantuan lain untuk orang muda. Selama bertahun-tahun telah memperluas lingkup untuk mencakup layanan medis, bantuan untuk tanggapan miskin dan cepat untuk bencana alam. Setelah gempa Sichuan Cina dia menyumbangkan lebih dari $ 1,3 juta untuk bantuan.

Dua hari sebelum pertemuan remaja AS, FORBES ASIA jalur Chan hiperkinetik di sekitar Hong Kong, dia menaiki beberapa batas sebuah gedung apartemen lama, meledak ke sebuah ruangan fotografer. Flashes berdenyut saat ia berpose dengan cek karton raksasa untuk sekitar $ 3,4 juta. Hal ini dibesarkan di sebuah konser ia diatur untuk membantu korban gempa dan tsunami Jepang. Dia memasang $ 150.000 dari uangnya sendiri.

"Bahkan sebagai bintang internasional Hongkong, Jackie Chan tak beda dengan kebanyakan orang lainnya di industri film Hongkong. Dia selalu memiliki petemuan untuk teman-temannya di rumahnya," ungkap Cheung mengenai kepribadian Jackie Chan.

Kekayaannya telah dipatok sebesar $ 130 juta, akan tetapi dia senang makan semangkuk pangsit pada meja kartu lipat di luar rumahnya. Perabotannya yang sederhana dengan di dindingnya adalah dekorasi plastik yang sering terlihat di kantor dokter gigi, semacam jam berbentuk percampuran kata-kata : "Live, Learn, Laugh, Love, Life."

Chan memakai sepatu olahraga tua dan celana jins robek dan tampaknya tidak tertarik pada harta benda atau menarik perhatian orang banyak dengan kekayaannya.

Chan menghabiskan tahun-tahun awal di puncak Victoria Peak, Hong Kong alamat paling bergengsi, namun ia tidak pernah hidup istimewa. Ayahnya bekerja sebagai juru masak di konsulat Perancis; ibunya mencuci pakaian. Dia berlangsung kurang dari satu tahun di sekolah. Sebaliknya, ketika ayahnya pindah ke pekerjaan lain, dengan kedutaan besar Amerika di Australia, Chan terdaftar di China Drama Academy di Kowloon, sebuah Opera Peking sekolah yang dikelola oleh Guru Yu Jim-Yuen. Ia membuktikan seorang mahasiswa superlatif akrobat dan seni bela diri, ia mulai bekerja di film pada usia 8.

Pada waktu yang hampir sama Chan di Yugoslavia, memerankan sebuah film aksi yang berbahaya. Dia terdaftar dalam buku rekor untuk melakukan stunts terberat dan telah mengambil peran yang sangat beresiko fatal dan membahayakan sebagian besar tulang di tubuhnya bahkan di kepalanya.

"Itu salah satu peran yang pertama kali dalam hidup saya di mana saya mulai berpikir, apa yang telah saya benar-benar lakukan, untuk diriku sendiri, untuk negara saya, bagi masyarakat?. Saya pikir, jika saya sembuh saya harus berbuat lebih banyak untuk semua orang." ungkap Chan saat itu.

Pada tahun 2004 ia mulai yayasan kedua, Yayasan Jantung Naga, yang membangun sekolah dan membantu anak-anak dan orang tua di bagian terpencil Cina. Salah satu skema yang terpandai untuk yayasan ini telah mendaftarkan diri anak-anak dari seluruh dunia untuk berkontribusi, dan dia cocok dengan semua dana. Tapi obligasi global jauh lebih penting daripada dolar yang mengalir masuk.

"Aku ingin menunjukkan sesuatu superspesial," katanya di rumahnya Clearwater Bay studio. Satu lorong yang penuh dengan foto-foto selebriti yang ditandatangani oleh teman-teman: Robert De Niro, Kevin Costner, Madonna, serta Tiger Woods, James Brown dan Miss World. Di dinding lain poster film dan piala.

Chan juga berbicara tentang bioskop di Cina. Dia bicara mengenai debut epik, 1911, yang mencakup 100 tahun sejarah Cina, jentikan patriotik yang ke-100. Dia baru membuka China Cineplex terbesar, dengan 17 layar di Beijing dan memiliki rencana untuk lusinan lainnya. Dia memiliki garis sendiri tentang pakaian dan Jackie Chan kafe dan gym. Ada begitu banyak usaha bisnis, dia tidak bisa melacak.

Seorang perintis filantropis di kalangan penghibur Hong Kong, Chan menjadi teladan untuk bintang dunia lainnya seperti Jet Li yang telah meluncurkan amal. Sangat mudah untuk memahami mengapa ia bekerja begitu keras. "Ketika saya kecil, saya sangat miskin dan ingin segalanya. Jadi ketika saya punya uang saya mulai membeli hal-hal lainnya. Sekarang saya ingin memberikan segalanya pada orang lain yang membutuhkan. Ketika saya memberikan sesuatu kepada seseorang dan melihat wajah mereka yang bersukacita, itulah yang menjadi kesenangan hati saya melebihi segalanya," tutur Chan kala ungkapkan isi hatinya.

Dalam kebijaksanaan tenunan Jackie Chan, jalan ke depan sederhana. "Saya melakukan hal-hal kecil, saya mencoba untuk melakukan hal-hal yang baik setiap hari. Jika setiap orang melakukan beberapa baik, berpikir tentang apa yang baik ini akan membuat dunia menjadi baik." ungkapnya dengan begitu dalam dan tulus.