Holding company asal Singapura, Temasek pada hari ini (6/9) memberikan laporan bahwa pihaknya telah membeli saham dari salah satu bank terbesar di China yaitu China Construction Bank senilai 2,8 miliar dollar. Dalam kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak, Temasek akan membeli sebanyak 4,4 miliar lembar saham.
Selain itu, kebijakan pembelian saham CCB disinyalir akibat rekomendasi dari Chief Investment Officer Temasek yang baru yaitu, Tan Chong Lee yang merupakan mantan kepala bidang investasi dari Bank of America wilayah Asia Tenggara. Nama BoA merupakan salah satu pihak yang memiliki saham CCB sejak beberapa tahun terakhir. Sehingga tidak mengherankan jika Tan Chong Lee memiliki pengalaman terhadap investasi di saham CCB. BoA saat ini memiliki 25,6 miliar saham CCB setelah bulan lalu sempat menjual 13,1 miliar saham CCB dan memperoleh keuntungan sebesar 3,3 miliar dollar. Penjualan saham CCB yang dilakukan oleh BoA disebabkan oleh tekanan sektor finansial dalam negeri AS yang membutuhkan dana likuid guna menjaga kondisi internal dalam menghadapi ancaman imbas krisis finansial di Eropa.
Disisi CCB sendiri, penjualan saham yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir memiliki strategi tersendiri dalam menunjang kebijakan peningkatan modal likuid untuk menyalurkan kredit ke sektor riil. China Construction Bank merupakan bank kedua yang memiliki jumlah aset terbesar dunia dengan nilai sebesar 10,7 triliun yuan. Fokus bisnis utama CCB ialah menyalurkan kredit kepada sektor riil yang bergerak di sektor pertanian, manufaktur, transportasi hingga telekomunikasi.
Tahun ini, CCB direncanakan akan merilis pengajuan kredit ke sektor ril senilai 80 miliar yuan. Hal ini sesuai dengan instruksi pemerintah China yang ingin terus memicu performa sektor riil dalam menahan ancaman penurunan performa ekonomi dalam jangka pendek.
Jumlah kepemilikan jumlah saham CCB oleh Temasek Holdings saat ini diperkirakan sebesar 7,03%, dengan total sebanyak 16,9 miliar saham. Sedangkan CCB sendiri melepas 36% kepemilikan saham ke global sejak bulan Maret lalu sebanyak 36%. Investor CCB yang sama-sama di sektor perbankan untuk saat ini ialah BoA, Standard Chartered, DBS Group Holdings, ICICI Bank dan Bank Danamon Indonesia.
Dengan melihat ekspansi yang dilakukan Temasek Holdings, kita dapat mengetahui bahwa sektor perbankan masih menjadi incaran untuk berinvestasi. Apalagi berdasarkan prospek yang dimiliki, bank-bank asal China telah memiliki daya saing dengan bank-bank asal AS ataupun Eropa. Ditengah gejolak krisis kredit yang terjadi Eropa terus menggiring para investor untuk mengalihkan dana ke sektor perbankan China yang masih memiliki prospek yang tinggi.