Monday, September 26, 2011

Target Besar Peritel Lotte Mart Akan Pasar Indonesia

Jumat, 23 September 2011 17:55 WIB
 
Bukan berita baru memang tentang geliat Lotte Mart, peritel asal Korea yang begitu berhasrat berinvestasi di Indonesia. Sedikit demi sedikit Lotte Mart telah memenangkan hati para pemegang kepentingan pelaku bisnis untuk mendukung rencana ekspansi besar-besaran mereka di Indonesia.

Hal ini jelas dinyatakan dalam pembukaan Business Forum : Indonesia Product Exhibition for Lotte Mart Korea di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (23/9). Lotte Mart berminat memasarkan produk-produk unggulan Indonesia seperti batik untuk menembus pasar Korea. Bahkan dalam jangka panjang, produk batik akan menjadi produk yang dijual di seluruh gerai Lotte Mart di Asia.

Executive Managing Director of Lotte Mart SEA HQ Moon Young Pyo menyatakan pihaknya sedang mencari produk-produk berkualitas asal Indonesia yang akan dipasarkan ke Korea. Barang-barang tersebut, lanjutnya, akan dipasarkan ke masyarakat Korea terlebih dahulu, kemudian baru dipasarkan ke seluruh cabang Lotte Mart di Asia.

"Kita akan memilih barang Indonesia yang berkualitas. Orang-orang lihat marketnya bagaimana dulu, nanti menyebar ke network," ujarnya dalam jumpa pers di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (23/9/2011).

Salah satu produk yang menarik hati Moon adalah batik. Dia mengaku pernah memakai batik ke Korea, tetapi tidak ada satu pun warga Korea yang mengetahui pakaiannya yang digunakannya merupakan kain khas Indonesia.

"Saya sudah pernah ke Korea pada Desember 2008, tapi dalam pesawat hanya saya saja yang pakai batik, di Korea tidak ada yang tahu. Tapi saya sangat suka batik. Yang pertama saya merasa nyaman, saya suka desain dan warnanya juga," ujarnya. Sayangnya, Moon mengakui jika Lotte Mart hanya menjual batik saja maka tidak akan laku. Untuk itu, dirinya menyuruh para stafnya untuk mencari berbagai model batik yang modern sehingga para masyarakat Korea dan konsumen Lotte Mart dapat tertarik dengan pakaian khas Indonesia ini.

"Mungkin kalau kita jual batik, mungkin kurang kompetitif tapi mungkin kalau batik dibawa ke Korea batik modern bisa laku juga. Jadi saya sudah memberi perintah ke staf untuk mencari batik-batik untuk anak kecil," ujarnya.Untuk mempromosikan batik, Moon meminta para pelayan juga menggunakan batik saat melayani konsumen. "Saya ada rencana, selain saya menggunakan batik, pelayan juga menggunakan batik," ujarnya.

Selain batik, Moon juga meminta stafnya untuk mencari produk berbudaya lainnya asal Indonesia yang diperkirakan juga diminati warga Korea dan Asia, seperti kain tenun dan produk furnitur. "Selain itu, tenun, juga bahan yang cantik. Kemudian furnitur. Lain kali pameran di Korea, dekorasinya bisa pakai furnitur Indonesia, jadi tidak usah pakai papan yang bertuliskan produk Indonesia. Kita akan coba mencari produk Indonesia berkualitas dan juga disukai orang Korea," pungkasnya.

Kedepannya Lotte Mart menargetkan penjualan US$ 32 juta di Indonesia pada tahun 2012 atau naik hampir 100%. Pada tahun ini ritel asal Korea itu menargetkan penjualan US$ 14 juta.

Sementara itu Director of Global Sourcing Lotte Mart Kim Young Gyoon mengatakan pada tahun 2012 kita menargetkan penjualan sebesar US$ 100 juta, Indonesia sebesar US$ 32 juta, Vietnam US$ 68 juta. Sedangkan tahun 2011 ini, Lotte Mart menargetkan penjualan US$ 50 juta dengan porsi Indonesia sebesar US$ 14 juta dan Vietnam US$ 36 juta

Lebih jauh lagi, Lotte Mart juga menargetkan penjualan sebesar US$ 50 miliar pada tahun 2018 dengan jumlah toko sebanyak 1000 toko di seluruh dunia. Target itu juga termasuk jumlah penambahan gerai mereka di Indonesia, setelah sebelumnya Lotte Group telah mengambil alih saham PT Makro Indonesia.

Gyoon menjelaskan target mereka pada 2018 akan membuka 1000 toko dengan penjualan mencapai US$ 50 miliar,". Rincian target tahun 2018 untuk 4 negara yaitu China, Indonesia, Vietnam, dan India Lotte Mart menargetkan akan membuka 700 toko dengan penjualan sebesar US$ 25 miliar. Dimana China sebanyak 500 toko, Indonesia sebanyak 100 toko, Vietnam sebanyak 30 toko, India sebanyak 70 toko. Saat ini toko kami baru 124 di 4 negara itu.Dengan jumlah toko tersebut, Kim menyatakan telah mempekerjakan 18.000 karyawan untuk toko di Korea dan 23.000 karyawan di luar negeri.

Yang paling menarik dari kesepakatan yang ada Lotte Mart juga berjanji akan memasarkan produk nanas, mangga dan durian asal Indonesia untuk segera menyerbu pasar Korea Selatan. Demikian disampaikan Executive Managing Director of Lotte Mart SEA HQ Moon Young Pyo. "Saat ini buah-buah tropik sudah masuk ke Korea. Buah mangga di Indonesia ternyata lebih manis. Saya coba ekspor ke Korea, tapi memang masih belum ada perjanjian antara Indonesia dan Korea untuk buah tropikal. Saya suka mangga dan durian, kita akan berusaha produk-produk berkualitas supaya dapat diekspor ke Korea," ujarnya.

Untuk menemukan produk berkualitas tersebut, pihak Lotte Mart melakukan pameran. Rencananya akan terpilih 52 jenis produk Indonesia yang akan dipromosikan pada 2 outlet terbesar Lotte Mart di Korea, Seoul Station dan Jamsil-Lotte World. Acara tersebut akan diselenggarakan pada 3-6 November 2011 mendatang di Korea Selatan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Hesti Indah Kresnarini mengharapkan dari sekitar 70 perusahaan yang ikut pameran di Indonesia, sekitar 50 % bisa dibopong pihak Lotte Mart dalam pameran di Korea nanti. "Korea adalah salah satu pasar yang cukup besar bagi Indonesia. Korea merupakan negara terbesar ke-7 setelah 5 negara lain dan India," ujarnya.

Selain buah-buahan tropis, ada produk tekstil, perikanan, alat rumah tangga, pertanian, dan makanan olahan. Tentu saja produk kebanggan Indonesia, seperti Kopi Luwak juga akan menjadi ujung tombak di pasar Korea.