Friday, September 23, 2011

Menuju Kesuksesan Industri Berjangka Indonesia, Pembahasan Seminar BBJ-ISEI

Kamis, 22 September 2011 23:00 WIB

Pada hari Kamis 22 September 2011 Bursa Berjangka Jakarta bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menyelenggarakan seminar yang berjudul “The Roles of Futures Industry in Enhancing Quality and Sustainability of Economic”. Seminar ini menampilkan pembicara kunci Bapak Mahendra selaku Wakil Menteri Perdagangan RI, pembicara utama Mr. Lamon Rutten, dirut Mumbai Commodity Exchange (MCX), dan pembahas Prof Bustanil Arifin, guru besar IPB, dengan moderator Alfons Samosir.

Dalam pembahasannya yang komprehensif dan provokatif, Lamon Rutten menjabarkan keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai MCX selama tujuh tahun operasinya sehingga dapat menjadi salah satu bursa komoditas yang memiliki kemampuan untuk menentukan referensi harga bagi eksportir komoditas di India. Rutten juga menggarisbawahi pentingnya industri berjangka dalam meningkatkan standar hidup para pelaku yang terlibat di dalamnya sehingga memiliki arti penting bagi ekonomi sebuah negara.

Peranan Industri Berjangka dalam Pertumbuhan Ekonomi

Secara garis besar industri berjangka memberikan kesempatan bagi petani dan pembeli untuk dapat menentukan pilihan akan jenis komoditas yang ditanam, harga saat ini, harga di masa depan, dan waktu yang diinginkan untuk melakukan penjualan dan pembelian. Industri berjangka memberikan akses kepada informasi, di mana informasi merupakan salah satu hal yang terpenting untuk mengurangi kegagalan pasar (market failure).

Dengan adanya akses yang lebih baik terhadap informasin, para petani, pedangan dan konsumen dapat memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan yang lebih baik, dapat memperoleh harga yang lebih baik dan menghasilkan keuntungan yang lebih baik. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Robert Jensen dari Harvard, Rutten memberikan ilustrasi di mana ketersediaan informasi memungkinkan produsen menikmati keuntungan yang lebih besar, konsumen menikmati harga yang lebih rendah, dan tingkat sumber daya yang terbuang menjadi lebih kecil.

Bursa berjangka komoditas merupakan salah satu alat untuk memberdayakan masyarakat yang pada akhirnya akan berdampak kepada pengembangan sektor real.

1.Petani akan mampu untuk memproduksi untuk pasar, bukan hanya sekedar memproduksi tanpa mengetahui permintaan yang berkembang di pasar.

2.Petani akan mampu melakukan lindung nilai terhadap kemungkinan volatilitas harga yang tidak diharapkan di masa depan sehinga secara signifikan akan menurunkan risiko pengambilan keputusan.

3.Petani akan memperoleh akses yang lebih baik ke kredit karena risiko pembayaran kembali mereka mengecil dan karena mereka dapat menjual hasil panen melalui mekanisme yang tersentral.

Menuju Suksesnya Industri Berjangka

Rutten menegaskan keyakinannya bahwa industri berjangka di Indonesia, yang saat ini diwakili oleh BBJ, memiliki kesempatan berkembang yang luar biasa besar. Bukan hanya Indonesia memiliki pasar yang besar, akan tetapi nyata-nyata merupakan negara yang termasuk produsen top dunia untuk beberapa jenis komoditas (produsen keempat terbesar untuk kakao dan kedua terbesar untuk kelapa sawit). Dengan kekuatan pasar dan produksi tersebut bukan mimpi di siang bolong apabila pada akhirnya bursa berjangka di Indonesia dapat menjadi harga acuan bagi komoditas dunia.

Akan tetapi Rutten mengakui kendala umum bagi pengembangan bursa berjangka di negara berkembang memang tidak mudah diatas. Menurutnya perbedaan yang paling signifikan antara kontrak di bursa berjangka di negara maju dengan di negara berkembang adalah: bursa berjangka negara berkembang hanya perlu menciptakan kontrak yang baik, dan kontrak tersebut akan sukses karena masyarakat sudah memiliki pengertian dan pemahaman akan kontrak berjangka. Sementara itu di negara berkembang, kontrak yang baik harus diusahakan untuk sukses. Pihak otoritas bursa berjangka tidak bisa hanya berdiam diri dan berharap masyarakat akan datang untuk melakukan transaksi. Dibutuhkan pendidikan, penyulusan, persuasi, agar masyarakan mau masuk dan menyukseskan kontrak-kontrak tersebut.

Tetapi Rutten menjelaskan bahwa dengan kondisi yang ada saat ini Asia memiliki kesempatan sukses yang lebih baik dibandingkan dengan 5-10 tahun lalu. Menurutnya teknologi yang murah dan canggih saat ini memberikan bursa-bursa berjangka di Asia kesempatan yang lebih baik dalam usaha pengembangannya.

Dari sisi teknologi ini Rutten menegaskan bahwa kesuksesan bursa sangat tergantung dengan penerapan IT yang luar biasa baik. Ia mengakui bahwa teknologi yang diterapkan tidak bisa ‘hanya’ baik, akan tetapi harus luar biasa. Akan tetapi ia yakin bahwa dengan sumber daya yang dimiliki Indonesia hal tersebut akan dapat dicapai, yang paling dibutuhkan tentu saja adalah komitmen yang tidak kalah luar biasa.