Monday, September 26, 2011

Pekan Sibuk Bagi Angela Merkel, Tokoh Sentral Bagi Bail Out Yunani

Senin, 26 September 2011 16:10 WIB

Dalam sepekan terakhir, kondisi perekonomian Eropa kian mengalami situasi yang buruk. Berlanjutnya ancaman krisis di kawasan tersebut seiring dengan kepanikan yang terjadi pada para pemimpin Uni Eropa yang terlihat cukup mengalami beban yang berat pada saat ini. Tak terkecuali pada duet pemrakarsa kebijakan bail out ekonomi Eropa, Presiden Perancis Nicholas Sarkozy dan Kanselir Jerman, Angela Merkel. Di awal pekan ini, atau paska pertemuan anggota Uni Eropa, Angela Merkel menyatakan pendapatnya mengenai prospek dan apa yang harus dilakukan guna menyelamatkan Eropa ke dalam spekulasi krisis.

Beberapa hal menjadi argumen Merkel dalam menyatakan solusinya terhadap pemulihan Eropa saat ini. Diantaranya ialah diperlukannya persatuan dari para pemimpin Eropa untuk bergerak bersama dan memikirkan solusi yang tepat bagi kawasan ekonomi Eropa. Ia menyatakan bahwa proses stabilisasi sektor finansial Eropa bukan merupakan tanggung jawab beberapa negara saja. Dengan melemahnya perekonomian salah satu negara di Eropa diperkirakan akan mendatangkan dampak bagi kawasan.

Ia memprediksi, ancaman krisis akan masih terus berlangsung sampai dengan tahun mendatang. Semakin cepat munculnya sebuah solusi yang efektif, akan semakin cepat pula perekonomian Eropa akan menjadi stabil. Konsitensi dalam menjalankan kebijakan European Financial Stability Facility yang disahkan UE di bulan Juli lalu harus terus dijalankan. Kebijakan tersebut terkait dengan adanya sebuah perlindungan bagi sektor perbankan. Menurut Merkel, sektor perbankan merupakan sektor yang paling riskan terkena imbas krisis dari beberapa negara di Eropa.

Yunani Akan Tetap di Uni Eropa

Disaat yang bersamaan, ia pun menjawab spekulasi bahwa Yunani akan dikeluarkan atau akan keluar dari keanggotaan Uni Eropa menyusul dalamnya krisis yang terjadi negara tersebut dan tingginya besaran hutang luar negeri yang dimiliki. Ia mengatakan, meski krisis yang terjadi di Yunani belum nampak, namun posisi Yunani masih belum dalam dikatakan patut untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa.

Ia mengkhawatirkan, jika Yunani keluar dari keanggotan Uni Eropa akan menimbulkan preseden buruk bagi kawasan tersebut dan citra UE sendiri dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di anggotanya. Selain itu, dengan mengeluarkan diri dari keanggotaan UE bukanlah merupakan solusi yang tepat dan beresiko akan diikuti oleh negara-negara lain yang sedang mengalami nasib yang serupa dengan Yunani.

Merkel menunjukan bahwa dirinya tidak mau berspekulasi terhadap apa yang terjadi saat ini. Ia tetap yakin bahwa peluang pemulihan akan sedikit demi sedikit akan terealisasi. Paket bantuan ekonomi bagi Yunani yang kini sedang tersendat mengingat belum adanya kesepakatan bersama pastinya akan menjadi penyemangat bagi kanselir Jerman tersebut.

Pekan ini akan menjadi pekan yang sibuk bagi Angela Merkel. Besok dirinya akan kembali melakukan pembicaraan empat pihak antara IMF, ECB dan juga Komisi Eropa guna membahas mengenai kebijakan reduksi defisit anggaran Yunani. Dan selanjutnya pada keesokan harinya dirinya akan menemui PM Yunani, George Papandreou di Berlin terkait dengan rencana kebijakan bailout.