Thursday, September 29, 2011

Roubini : Spekulasi Resesi Global Makin Kental

Rabu, 28 September 2011 17:40 WIB

Rabu, 28 September 2011 17:40 WIB

Disaat negatifnya kondisi fundamental global saat ini, salah satu ekonomi terkemuka dunia, Nouriel Roubini yang juga merupakan CEO dari Roubini Global Economics LLC, kembali mengeluarkan pendapatnya terhadap kondisi terkini dan prospek ekonomi Eropa yang kini menjadi fokus utama banyak pihak. Sekilas mengenai Roubini, ekonom ini dikenal memiliki analisa yang jitu dan merupakan salah satu ekonom yang sempat memprediksi terjadinya krisis ekonomi global di tahun 2008. Kini, analisanya kembali diuji seiring dengan peliknya ancaman krisis ekonomi yang akan melanda Eropa.

Ia menyebutkan, negatifnya kondisi perekonomian Eropa yang terjadi pada saat ini bisa menjadi sebuah indikasi terhadap munculnya spekulasi akan datangnya krisis ekonomi global jilid II paska tahun 2008 yang lalu. Ancaman resesi global akan didahului oleh perekonomian Eropa dimana fundamental ekonomi yang meliputi tingkat hutang luar negeri dan sektor kredit yang berkembang saat ini sudah cukup mengkhawatir. Roubini beragumen bahwa saat ini merupakan masa-masa yang sulit bagi para pemimpin Eropa. Spekulasi dikeluarkannya keanggotaan Yunani dari keanggotaan Uni Eropa semakin kencang menyusul sudah terlalu dalamnya jumlah hutang luar negeri dan negatifnya prospek sektor perbankan di negara tersebut.

Sektor Konsumsi Eropa Akan Stagnan

Bagi ekonomi kawasan, pelemahan ekonomi Eropa yang terjadi saat ini dapat memberikan efek lain seperti pada sektor konsumsi. Roubini beranggapan bahwa sektor konsumsi Eropa akan terkena dampak langsung. Sektor konsumsi akan bergerak stagnan. Pergerakan negatif masih akan terjadi pada negara-negara yang sedang terancam krisis di sektor finansial seperti Yunani, Portugal, Spanyol dan Italia. Namun bagi negara-negara yang masih kuat secara fundamental ekonomi seperti Jerman dan Perancis, justru belum masuk kepada kondisi yang mengkhawatir. Bagi kedua negara tersebut, dampak yang secara langsung diperoleh akan didapat dari berkurangnya jumlah pasokan barang-barang konsumsi yang dikirim dari negara-negara yang sedang terancam krisis. Berkurangnya pasokan dan juga turunnya daya beli masyarakat akan mengakibat sektor konsumsi bergerak stagnan.

Guna mencegah semakin beresikonya perekonomian di kawasan Eropa. Maka para pemimpin Eropa harus segera bersatu dan segera mengeluarkan kebijakan yang solutif. Kebijakan bail out dan penyelamatan ekonomi Yunani yang saat ini diusung oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel dinilai harus segera direalisasikan. Kekompakkan para pemimpin Eropa saat inbi sedang diuji apakah sanggup mengatasi krisis yang sedang melanda beberapa negara anggotanya atau tidak.

Ia menambahkan, dominannya Angela Merkel dalam mengupayakan sebuah baik out bagi perekonomian Eropa harus segera didukung oleh pihak lain. Selain itu dipihak lain dalam hal ini pemerintah Yunani diharapkan dapak berupaya lebih keras terutama dalam menurunkan nominal defisit anggaran dan juga hutang luar negeri.