Setelah perang tablet bergemuruh dengan gugatan Apple dan Microsoft kepada Samsung yang menyebabkan tertundanya peluncuran produk Samsung Galaxy terbaru di beberapa negara, pada hari Rabu kemarin perusahaan Amazon terjun langsung ke dalam kancah perang tablet ini mengarahkan artileri penuh ke produk iPad milik Apple yang saat ini masih merupakan kekuatan dominan di pasar tablet (29/09).
CEO Amazon.com Inc David Bezos yang memperkenalkan Kindle Fire juga memperkenalkan varian Kindle e-reader yang bisa dipilih, tentunya dengan harga lebih murah. Model basic dengan harga 79 dolar, versi basic dengan layar sentuh seharga 99 dolar dan versi layar sentuh dengan ketersediaan aplikasi wireless 3G dengan harga 149 dolar. Diharapkan dengan kehadiran Kindle e-reader ini akan dapat mengukuhkan posisi Amazon.com sebagai penjual e-book terbesar, yang mulai terancam dengan perusahaan penjual e-book lain seperti Barnes & Noble.
Amazon mengharapkan dapat menguasai ceruk pasar di mana tablet mereka didisain untuk secara langsung terhubung dengan penyimpanan konten media perusahaan tersebut. Bezos mengklain bahwa produknya ini berbeda dengan produk tablet lain yang hanya menjual produk, tapi tidak menjual jasa. Amazon menjual lebih dari 1 juta e-book, 100,000 film dan acara televisi dan 17 juta lagu. Amazon sangat yakin bahwa produk ini akan dapat sukses karena memiliki keterkaitan dengan ketersediaan hubungan dengan situs belanja nomer satu dunia itu.
Siapa yang Terancam oleh Kindle Fire?
Menurut para analis untuk dapat menggantikan fungsi iPad layar Kindle Fire yang hanya sebesar 7 inchi kurang memadai untuk aplikasi game dan video. Meski demikian tetap saja Kindle Fire memiliki keuntungan dibandingkan iPad. Produk ini akan dipilih oleh konsumen yang menjadi gadget yang berharga terjangkau dengan merek terpercaya.
Akan tetapi untuk BlackBerry Playbook, Samsung Galaxy dan Motorola Xoom produk ini merupakan ancaman serius. Pangsa pasar tablet terbesar saat ini masih dikuasai oleh iPad. Kuartal lalu iPad berhasil menjual 9.25 juta iPad sementara RIM hanya mampu menjual 200,000 PlayBook. Motorola lebih baik dari RIM, mampu menjual setengah juta Xoom, sementara Samsung juga cukup baik.
Kindle Fire juga menjadi ancaman serius bagi Google. Amazon Kindle Fire menggunakan system operasi Android milik Google akan tetapi disesuaikan dengan kebutuhannya sendiri. Sampai saat ini Google telah memastikan control terhadap ekosistem Android melalui aplikasi miliknya berupa Google Map, mail dan Google’s Android app store. Apa yang dilakukan Amazon adalah menggunakan sumber daya miliknya untuk menciptakan versi Android miliknya yang tidak tergantung dengan support dari Google.
Hal ini berbahaya bagi google karena tampaknya pada akhir tahun ini Amazon akan memiliki tablet Android paling popular di pasaran. Analis memperkirakan bahwa pada kuartal keempat tahun ini Kindle Fire akan mampu mencapai angka penjualan sebesar 3-5 juta item. Dengan demikian developer aplikasi yang menargetkan pengguna Android akan mulai menyesuaikan aplikasi dengan tablet Kindle Fire, bukan Google. Hal ini akan menjadi masalah karena premis bisnis Google di balik produk Android yang merupakan open source ini adalah dengan memberikan OS secara gratis akan tetapi membuat pengguna ‘kecanduan’ dengan jasa-jasa dari Google sehingga akan banyak membaca iklan Google. Keberadaan Kindle Fire berpotensi besar untuk menghancurkan premis tersebut.