Friday, December 16, 2011

Situs Social Media Kian Tertekan di India, Imbas Represifnya Kebijakan Pemerintah

Kamis, 15 Desember 2011 16:52 WIB
(Vibiznews – Business) – Perkembangan situs social media pada saat ini kian mengalami pertumbuhan yang pesat. Fungsi awal dari situs social media sebagai ajang bersosialisasi rupanya telah semakin luas ruang lingkupnya. Situs social media kini bahkan cukup ampuh sebagai ajang promosi sebuah produk sampai dengan adanya perluasan informasi mengenai kegiatan-kegiatan sosial. Peran pemerintah dalam mengontrol social media di setiap negara berbeda-beda. Bagi mayoritas di negara-negara Asia, peran social media dinilai perlu untuk diawasi agar tidak melanggar norma-norma sosial. Hal tersebut dilakukan oleh India melalui Kementrian Komunikasi yang cukup ketat dalam mengontrol teknologi internet termasuk situs-situs social media. Bagi Kementrian India, dunia internet memiliki resiko untuk memunculkan gesekan-gesekan yang berpotensi menimbulkan konflik.

Pemerintah India rupanya tidak mau mengambil resiko terhadap aksi-aksi kekerasan yang sering terjadi terkait kasus isu terorisme dan agama. Oleh karena itu, pada hari ini Kementerian Komunikasi India memanggil sejumlah perwakilan dari social media, bloger sampai dengan praktisi teknologi internet untuk membahas pengaturan pengetatan aturan mengenai hal ini.

Pemberantasan Korupsi Via Social Media

Ditengah pertemuan tersebut hadir Perdana Menteri India, Manmohan Singh yang juga menyatakan keprihatinannya terhadap semakin maraknya kasus korupsi di India. Ia berharap besarnya jumlah penggunaan situs sosial media di India dapat menghimpun gerakan sosialism anti korupsi. Di India, jumlah pemilik akun Facebook tercatat sebesar 38 juta orang. Berdasarkan laporan Corruption Perceptions Index, India menempati peringkat ketiga sebagai negara terkorup dibawah Liberia dan Kolombia. Kapil Sibal, Menteri Komunikasi dan Informasi India menambahkan, pemerintah India tidak menutup kemungkinan akan mengeluarkan kebijakan ketat terhadap dunia internet di India.

Sejak 5 September yang lalu, pemerintah India telah melakukan 6 kali pertemuan dengan wakil-wakil dari situs social media dan search engine seperti Facebook, Google, Twitter dan Yahoo! Inc. Sepanjang pertemuan tersebut, pemerintah India menginginkan adanya blok akses terhadap konten-konten yang dapat memiliki resiko di bidang sosial dan keagamaan. Di masa yang akan datang, pemerintah India khawatir isu-isu yang berkembang di social media akan mendatangkan ketidakstabilan politik dan keamanan. Jumlah pengguna Facebook di India saat ini mencapai 38 juta orang atau nomor tiga setelah Amerika Serikat yang mencapai 156 juta orang dan Indonesia sebanyak 40,8 juta orang.

Sibal juga menegaskan, dalam menyikapi perkembangan dunia internet di India, pemerintah memiliki wewenang untuk melanjutkan kebijakan UU Teknologi dan Informasi yang dirilis tahun 2008 yang berisi kewenangan pemerintah untuk melarang dan memblok baik konten maupun keberlangsungan sebuah situs.

Dengan melihat kondisi diatas, kita dapat melihat bahwa negara-negara besar di Asia telah represif terhadap perkembangan dunia internet di negaranya. Sebelum India, China jauh-jauh hari telah melarang operasi Facebook dan situs-situs social media lainnya. China juga memblok konten-konten berisi pornografi, judi dan kritik politik.