Monday, December 19, 2011

Pasar Asia Terpuruk Dihantui Kabar Meninggalnya Kim Jong Il

Selasa, 20 Desember 2011 11:20 WIB
(Vibiznews – Business) – Di penghujung tahun 2011 ini dunia kembali dikejutkan dengan berita kematian pimpinan Korea Utara Kin Jong Il (19/12). Otoritas Korea Utara secara resmi mengumumkan meninggalnya tokoh pemimpin di Negara tersebut akibat serangan jantung. Kim yang juga sempat dikabarkan telah meninggal dunia beberapa waktu lalu merupakan pemimpin Korea Utara sejak tahun 1994 yang ‘mewarisi’ posisi tersebut dari ayahnya yang telah berkuasa sejak tahun 1948.

Dinasti Kim yang telah berlangsung selama 63 tahun ini tampaknya akan terus berlanjut mengingat putra Kim Jong Il, Kim Jong Un digadang-gadang akan menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin di Korea Utara. Jong um yang merupakan putra termuda disebut oleh KCNA, kantor berita resmi Korea utara, sebagai penerus ayahnya.

Respon Musuh-musuh Korea Utara

Korea Utara secara teknis masih terlibat perang dengan Korea Selatan. Sepeninggalan Kim Jong Il, kementerian pertahanan Korea Utara menyatakan tidak adanya perubahan kebijakan militer berkaitan dengan Korea Selatan. Hal ini merupakan isyarat bahwa Korea Utara masih mempertahankan sikap bermusuhan dengan Negara tetangganya itu.

Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak telah melakukan pembicaraan dengan sekutu utamanya, Amerika Serikat mengenai kematian Kim Jong Il. Pemerintah Korea Selatan juga akan mengadakan pembicaraan dengan Jepang yang juga merupakan Negara sasaran kebencian Korea Utara.

Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda telah mempersiapkan kementerian pertahan Jepang untuk menghadapi ‘segala kemungkinan’. Saat ini Negara-negara tetangga yang berseteru dengan Korea Utara masih menantikan seperti apakah sosok Kim Jong Un yang menggantikan Kim Jong Il ini.

Reaksi Pasar

Merespon berita kematian Kim Jong Il ini pasar saham di Asia mengalami penurunan tajam. Bursa Asia dan indeks berjangka AS mengalami penurunan, di mana indeks Kospi anjlok sebesar 5%. Won Korea mengalami penurunan sebesar 1.8% hari ini dan mencapai posisi paling rendah dalam jangka waktu dua bulan belakangan.

Nilai tukar dolar tampak mengalami peningkatan signifikan terhadap rival-rival utamanya hari ini setelah kabar kematian Kim Jong Il mengemuka. Masih buramnya kepastian nasib pemerintahan Korea Utara mengakibatkan pasar cenderung masih memilih untuk memegang asset mata uang safe haven seperti dolar AS.

Korea Utara merupakan negara yang ekonominya jauh lebih miskin dibandingkan Korea Selatan. Hal ini dikarenakan Negara ini memilih untuk menutup diri dari hubungan dengan Negara lain dan mempertahankan sistem komunis.