(Vibiznews - Business) - Industri perbankan Asia pada hari ini (21/12) dikejutkan oleh kabar mengenai laporan bahwa salah satu bank swasta terbesar di Eropa, Credit Suisse telah membeli asset milik bank HSBC di Jepang. Nominal pembelian yang disepakati oleh kedua belah pihak mencapai 2,7 miliar dollar. Menurut pernyataan CEO HSBC, Stuart Gulliver, pihaknya sengaja melakukan penjualan asset untuk memotong beban pengeluaran pengeluaran perusahaan sebesar 3,5 miliar dollar akibat kurang positifnya performa perusahaan di Jepang.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh CNBC, persaingan sektor perbankan swasta di Asia kian mengalami kemajuan yang signifikan. Apalagi dalam satu tahun terakhir dimana fokus bisnis bank-bank swasta asal Eropa dan AS lebih mengarah ke kawasan Asia akibat buruknya kondisi perbankan di dua kawasan tersebut akibat hantaman krisis ekonomi. Perkembangan sektor perbankan di kawasan Asia Pasific tercatat mengalami kenaikan 10% dengan kenaikan dana perbankan hingga mencapai 10,8 triliun dollar. Tingginya pertumbuhan sektor perbankan di kawasan Asia justru memberikan sebuah kondisi persaingan yang
Berbeda dengan pernyataan CEO HSBC diatas, pihak Credit Suisse rupanya justru optimis bahwa ceruk bisnis perbankan di Asia masih menjanjikan meski dihadapkan oleh persaingan yang ketat. Jepang sebagai negara industri dan eksportir terbesar di Asia memiliki peran sentral begi kemajuan sektor perbankan di kawasan ini. Selain itu, tingginya prospek sektor perbankan di Jepang juga didukung oleh kebijakan negara dan sifat masyarakat Jepang sendiri yang menjadi tulang punggung bagi besarnya jumlah tabungan.
Bank Swiss Kedua di Jepang
Dengan dibelinya asset HSBC kepada Credit Suisse, telah menjadi momentum bagi Credit Suisse sebagai bank Swiss kedua yang akan berkecimpung di sektor perbankan Jepang setelah UBS. Cabang utama sekaligus kantor Credit Suisse akan diresmikan di Tokyo lalu berkembang ke kota-kota besar lainnya seperti Nagoya dan Osaka pada awal tahun depan. Credit Suisse menargetkan jumlah kepemilikan aset mencapai 1 miliar yen.
Jepang dinilai sebagai negara dengan jumlah tabungan masyarakat yang besar. Tercatat sebanyak 1,7 juta orang memiliki tabungan diatas 1 juta dollar dan total aset yang dimiliki oleh milyarder tersebut memiliki total mencapai 4135 triliun dollar di akhir tahun 2010 lalu.
Kedepannya, prospek bisnis Credit Suisse di Jepang diperkirakan akan cukup positif dimana sektor perbankan Jepang yang masih aman dari kondisi krisis akan terstimulasi oleh kebijakan ketat pemerintah dan stabilnya tingkat suku bunga acuan di level terendah.