Monday, September 19, 2011

UBS AG Terus Didera Masalah, Paska Kasus Fraud Timbul Kerugian Perusahaan

Senin, 19 September 2011 15:43 WIB

Tingginya tekanan di sektor finansial Eropa rupanya telah sukses menghantam performa bank terbesar di Swiss yaitu UBS AG. Tercatat sejak Eropa dilanda krisis sejak awal tahun ini, kinerja perbankan UBS AG dihadapkan pada suatu kondisi yang sulit. Alhasil selama satu kuartal terakhir bank tersebut mengalami kerugian sebesar 2,3 miliar dollar akibat kerugian di sektor penjualan saham di beberapa bursa saham dunia seperti indeks Standard & poor's 500, DAX dan EuroStoxx. Kabar mengenai kerugian besar yang diterima oleh UBS AG ini kembali mengejutkan publik setelah di awal bulan ini dunia perbankan Eropa dikejutkan oleh laporan bahwa salah satu trader dari UBS AG, Kweku Adoboli terjerat kasis fraud dengan sengaja memalsukan penghitungan akuntansi sepanjang bulan Oktober 2008 sampai dengan Januari 2009. Kerugian akibat ulah Adoboli tersebut tercatat sebesar 2 miliar dollar.

Kerugian Memicu Spekulasi Pemecatatan CEO

Kerugian sebesar 2,3 miliar dollar dalam satu kuartal terakhir memberikan sebuah tekanan terhadap para nasabah dan juga investor yang masih memiliku saham bank ini di bursa-bursa saham global. Mereka menuntut sebuah pertanggungjawaban dari para direktur eksekutif yang merupakan pengambilan keputusan di tengah krisis finansial yang terjadi di Eropa. Sejak tahun 2009, UBS AG dipimpin oleh Oswald Gruebel. Pria berumur 67 tahun ini kini sedang berada pada posisi sulit. Dalam satu bulan terakhir, Gruebel berusaha untuk terus meyakini pasar bahwa UBS AG masih cukup aman dalam berinvestasi dan menabung bagi para nasabah. Terjadinya kerugian dalam satu kuartal terakhir diindikasikan sebagai sebuah imbas dari penjualan saham besar-besar akibat hilangnya kepercayaan konsumen paska diumumkannya berita fraud yang dilakukan oleh Kweku Adoboli.

Ditengah tekanan yang dihadapi, Gruebel masih cukup percaya diri dan berani dalam menanggapi isu bahwa dirinya akan dipecat atau mengundurkan diri dalam waktu dekat. Berdasarkan penjelasannya kemarin, Gruebel menyatakan akan tetap berusaha penuh dalam memulihkan kinerja perusahaan. Sebagai pihak yang paling bertanggungjawab, Gruebel akan melakukan kebijakan strategis seperti pengetatan arus finansial untuk mengurangi beban kerugian dan menjaga kinerja perusahaan dalam menghadapi krisis finansial Eropa yang semakin meluas.

Ditengah sikap optimis yang diperlihatkan oleh Gruebel, para pengamat keuangan di Swiss justru menanggapi negatif dari kondisi tersebut. Salah satunya ialah Tobias Straumann dari University of Zurich yang mengatakan bahwa Gruebel seharusnya dapat lebih menekan kerugian hingga tidak dapat menimbulkan kerugian seperti itu. Sebagai tokoh perbankan senior, kepemimpinan Gruebel cukup dipertanyakan disaat jelang masa pensiunnya. Sebagai CEO salah satu bank terbesar Eropa, jumlah kerugian tersebut tidak dapat ditolerir dan dibutuhkan sebuah gerak cepat bukan hanya paska kasus fraud Adoboli saja, tapi juga sejak awal tahun dimana "bibit" krisis finansial Eropa telah terbentuk.

Pihak-pihak berwenang dalam hal ini Financial Services Authority di Swiss tidak serta merta memutus proses hukum meski sang aktor utama, Adoboli, telah ditangkap oleh pihak kepolisian Inggris. Baik FSA maupun pihak kepolisian Inggris akan terus mengusut tuntas mengenai keterlibatan pihak-pihak lain selain Adoboli. Indikasi mengenai adanya keterlibatan bahwa Adoboli tidak bermain sendiri akan mengalami proses penelitian lebih lanjut dan akan diumumkan pada bulan depan.

Efisiensi Terus Berlangsung

Ditengah tekanan akibat kerugian perusahaan, pihak UBS AG terus melakukan efisiensi ekonomi dalam bentuk pengurangan tenaga kerja yang akan berimbas langsung bagi pengeluaran perusahaan. Bulan Agustus lalu, UBS AG tercatat telah mengurangi pekerjanya sebanyak 3500 orang atau sebesar 45% dari total keseluruhan pekerja bank tersbeut diseluruh dunia. Dari 3500 orang tersebut, sebanyak 1700 orang diantaranya merupakan pekerja-pekerja dijajaran eksekutif dan juga supervisor. Langkah yang dilakukan oleh UBS AG tersebut merupakan upaya perampingan organisasi untuk menimbulkan transpranasi internal selain juga mengurangi beban pengeluaran.