Tingginya tekanan di sektor finansial Eropa rupanya telah sukses menghantam performa bank terbesar di Swiss yaitu
Kerugian Memicu Spekulasi Pemecatatan CEO
Kerugian sebesar 2,3 miliar dollar dalam satu kuartal terakhir memberikan sebuah tekanan terhadap para nasabah dan juga investor yang masih memiliku saham bank ini di bursa-bursa saham global. Mereka menuntut sebuah pertanggungjawaban dari para direktur eksekutif yang merupakan pengambilan keputusan di tengah krisis finansial yang terjadi di Eropa. Sejak tahun 2009, UBS AG dipimpin oleh Oswald Gruebel. Pria berumur 67 tahun ini kini sedang berada pada posisi sulit. Dalam satu bulan terakhir, Gruebel berusaha untuk terus meyakini pasar bahwa UBS AG masih cukup aman dalam berinvestasi dan menabung bagi para nasabah. Terjadinya kerugian dalam satu kuartal terakhir diindikasikan sebagai sebuah imbas dari penjualan saham besar-besar akibat hilangnya kepercayaan konsumen paska diumumkannya berita fraud yang dilakukan oleh Kweku Adoboli.
Ditengah tekanan yang dihadapi, Gruebel masih cukup percaya diri dan berani dalam menanggapi isu bahwa dirinya akan dipecat atau mengundurkan diri dalam waktu dekat. Berdasarkan penjelasannya kemarin, Gruebel menyatakan akan tetap berusaha penuh dalam memulihkan kinerja perusahaan. Sebagai pihak yang paling bertanggungjawab, Gruebel akan melakukan kebijakan strategis seperti pengetatan arus finansial untuk mengurangi beban kerugian dan menjaga kinerja perusahaan dalam menghadapi krisis finansial Eropa yang semakin meluas.
Pihak-pihak berwenang dalam hal ini Financial Services Authority di Swiss tidak serta merta memutus proses hukum meski sang aktor utama, Adoboli, telah ditangkap oleh pihak kepolisian Inggris. Baik FSA maupun pihak kepolisian Inggris akan terus mengusut tuntas mengenai keterlibatan pihak-pihak lain selain Adoboli. Indikasi mengenai adanya keterlibatan bahwa Adoboli tidak bermain sendiri akan mengalami proses penelitian lebih lanjut dan akan diumumkan pada bulan depan.
Efisiensi Terus Berlangsung
Ditengah tekanan akibat kerugian perusahaan, pihak UBS AG terus melakukan efisiensi ekonomi dalam bentuk pengurangan tenaga kerja yang akan berimbas langsung bagi pengeluaran perusahaan. Bulan Agustus lalu, UBS AG tercatat telah mengurangi pekerjanya sebanyak 3500 orang atau sebesar 45% dari total keseluruhan pekerja bank tersbeut diseluruh dunia. Dari 3500 orang tersebut, sebanyak 1700 orang diantaranya merupakan pekerja-pekerja dijajaran eksekutif dan juga supervisor. Langkah yang dilakukan oleh UBS AG tersebut merupakan upaya perampingan organisasi untuk menimbulkan transpranasi internal selain juga mengurangi beban pengeluaran.