Tuesday, September 13, 2011

Italia Beralih Ke China, Ajukan Proposal Investasi Guna Selamatkan Ekonomi


Selasa, 13 September 2011 17:16 WIB

Tekanan terhadap perekonomian Eropa sampai dengan saat ini masih belum mereda. Banyak kalangan menilai bahwa kebijakan bantuan bail out yang sebelumnya telah diberikan oleh Uni Eropa dan IMF rupanya masih belum mendatangkan sebuah manfaat yang signifikan bagi pemulihan sektor finansial di Eropa terutama pada negara-negara yang belum lepas dari jeratan krisis sektor kredit seperti Yunani, Spanyol dan Portugal. Untuk Yunani, kondisi sektor finansial negara Eropa Selatan ini kian mengalami perkembangan yang memburuk setelah munculnya spekulasi akan terjadi resiko default di sektor kredit akibat masih banyaknya kredit macet yang belum dapat terselesaikan.

Ditengah masih berkecamuknya tekanan sektor finansial pada negara-negara diatas, tekanan baru dalam beberapa waktu terakhir muncul. Italia yang merupakan salah satu negara industri dan fokus di sektor perbankan Eropa rupanya gagal dalam meredam tekanan yang datang dari imbas tekanan gagal kredit yang terjadi di negara-negara tetangganya yaitu Spanyol dan Yunani. Italia kian kalang kabut dalam sebulan terakhir dimana sektor perbankannya tidak dapat mencegah adanya rush yang dilakukan oleh nasabah. Kondisi ini memberikan kekhawatiran bagi bank-bank besar Eropa lainnya seperti BNP Paribas dan Credit Agricole yang memiliki lini bisnis yang cukup besar di Italia.

Pemerintah Italia Dekati China

Seiring dengan belum meredanya kondisi tekanan terhadap sektor finansial di Italia, pemerintah Italia dibawah pimpinan Silvio Berlusconi cukup mengalami kepanikan. Selain mengeluarkan kebijakan peningkatan pajak dan pemotongan dana pensiun yang diberlakukan beberapa waktu lalu, pemerintah Italia pun terus mendorong adanya aliran dana pinjaman maupun bentuk investasi untuk memperkuat perekonomian di Italia.

Hari ini (13/9), wakil pemerintah Italia melalui Menteri Keuangan, Giulio Tremonti, pergi ke China untuk bertemu dengan CEO dari China Investment Corp, Lou Jiwei, CIC merupakan lembaga pemerintah yang bergerak di sektor permodalan dan investasi. Dalam pertemuan tersebut, Tremonti mengajukan proposal pengajuan investasi terhadap CIC dimana pada proposal tersebut terdapat penjelasan proyek-proyek yang memiliki nilai bisnis yang menguntungkan di berbagai sektor ekonomi terutama pada sektor publik yang menyangkut transportasi dan infrastruktur.

Disaat yang bersamaan, Tremonti juga memberikan tawaran bagi China untuk dapat membeli surat hutang yang akan diluncurkan pada bulan ini. Surat hutang yang akan dialokasikan akan senilai 11,5 miliar euro. Sebelumnya pada bulan lalu, pemerintah Italia telah berhasil menjual surat hutang senilai 7,5 miliar euro.

Di lain pihak, Lou Jiwei menyambut positif dan berharap bahwa China bisa memberikan bantuan dan dapat berinvestasi di sektor ril Italia. China cukup berpengalaman dalam membantu mengurangi beban krisis finansial di di Eropa setelah pada awal tahun ini sempat membeli surat hutang Yunani.

Berdasarkan dari penjelasan diatas, kita dapat mengetahui bahwa pemerintah Italia sedang memutar otak untuk dapat menyelamatkan perekonomiannya. Kemandirian yang dilakukan oleh pemerintah Italia patut diapresiasi seiring dengan adanya kondisi pesimistis dari berbagai kalangan terhadap peran Uni Eropa dan upaya bail out yang masih belum mendatangkan hasil yang positif bagi negara-negara yang sedang mengalami krisis.