Monday, September 12, 2011

Eropa Kembali Caru-Marut; Bursa Saham dan Komoditas Global Anjlok


Senin, 12 September 2011 15:51 WIB

Kondisi krisis keuangan di Eropa kembali menjadi fokus di kalangan investor pada hari ini (12/09). Krisis keuangan di Yunani kembali menjadi perhatian dan mendorong bursa saham dan komoditas anjlok tajam untuk tiga hari berturut-turut. Jebloknya kinerja bursa saham dan komoditas diikuti dengan naiknya yield obligasi di Eropa, di mana para pelaku pasar menjadi kurang percaya untuk menanamkan uangnya dalam obligasi pemerintah di Eropa.

Kekhawatiran mengenai dampak krisis ini kembali terjadi karena Jerman diberitakan sedang bersiap-siap untuk mengatasi kondisi apabila Yunani ternyata tidak dapat membayar utangnya. Pemerintahan Angela Merkel sedang membicarakan langkah-langkah yang akan diambil untuk menopang sector perbankan dalam negeri apabila Yunani gagal mencapai langkah-langkah taktis untuk mencapai persyaratan pemotongan anggaran sebagai prasyarat dalam penerimaan utang.

Sementara itu keputusan pengunduran diri Juergen Stark sebagai chief economist bank sentral Eropa juga memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Pengunduran diri Stark tersebut dinilai sangat tidak tepat waktunya karena dengan pengunduran diri ini dianggap akan menimbulkan skeptisme terhadap solusi kebijakan mengatasi krisis dari Eropa.

Pengunduran diri Juergen Stark resminya dinyatakan dengan alsan pribadi. Akan tetapi sumber yang dapat dipercaya menyatakan bahwa pengunduran diri Stark tersebut didorong oleh tidak ditemukannya jalan tengah mengenai cara yang diinginkan anggota dewan ECB untuk memerangi krisis Eropa tersebut.

Sentimen Pasar Sangat Buruk

Para analis menilai bahwa sentiment para pelaku pasar terhadap ekonomi Eropa saat ini sangatlah rendah. Para pelaku pasar yakin bahwa kebangkrutan di Yunani hanya tinggal menghitung hari. Kondisi ini tetap terjadi meskipun ada pernyataan dari PM Yunani George Papandreou yang berjanji akan melakukan segala cara untuk menghindari kebangkrutan dan mempertahankan posisi Yunani sebagai salah satu anggota Uni Eropa.

Sentiment yang buruk tersebut terutama tercermin kepada anjloknya saham-saham perbankan Eropa. The Stoxx Europe 600 index mengalami penurunan sebesar 2.2% dengan penurunan terbesar dialami oleh sector perbankan, yaitu anjlok sebesar 3.6%.

Anjloknya sector perbankan di Eropa ini dikarenakan eksposure yang cukup tinggi terhadap utang pemerintah Yunani. BNP Paribas SA, Societe Generale SA dan Credit Agricole SA, tiga bank terbesar di Perancis, kemungkinan besar akan mengalami penurunan rating oleh Moody’s Investor Service minggu ini. Pemotongan rating ketiga bank besar ini berkaitan dengan tingginya kepemilikan ketiganya terhadap obligasi Yunani.

Anjloknya saham-saham sector perbankan ini menempatkan hara relative di level terendah sejak kehancuran Lehman Brothers. Indeks sector perbankan Bloomberg menunjukkan bahwa 46 bank terbesar diperdagangkan pada harga 0.58 kali nilai buku. Harga saham di sector perbankan ini merupakan yang paling murah sejak pasar anjlok di titik terendah pada bulan Maret 2009 lalu.