Tuesday, August 2, 2011

Serunya Perang Smartphone

Selasa, 02 Agustus 2011 18:45 WIB
(Vibiznews – Business), Bagi para penggemar gadget tentunya rilis berbagai aplikasi untuk ‘telepon pintar’ Anda tidak pernah lepas dari pengawasan. Setelah hingar bingar aplikasi Symbian dari Nokia dan BlackBerry dari Research In Motion, saat ini kancah ‘perang Baratayudha smartphone’ dikuasai dua kubu besar yaitu Android dan Apple. (02/08)

Platform Android dari Google telah berhasil menguasai nyaris 50% dari pasar smartphone global dan mendominasi pasar di kawasan Asia-Pasifik. Dominasi Android ini dikabarkan oleh lembaga riset Canalys.

Android yang diakuisisi oleh Google pada tahun 2005 dan resmi digunakan sebagai aplikasi telepon genggam pada tahun 2008 saat ini digunakan oleh nyaris seluruh produsen smartphone termasuk HTC, LG, Motorola, dan Samsung. Canalys menyatakan bahwa platform ini merupakan platform nomer satu di 35 dari 56 negara yang diriset oleh Canalys. Pangsa pasar dari platform Android secara global diperkirakan mencapai 48%.

Jika dibandingkan dengan Apple, yang telah berhasil menjual 20.3 juta iPhone, tampak bahwa pangsa pasar iPhone masih berada di bawah Android. Pangsa pasar produk iPhone dari Apple diperkirakan hanya mencapai angka 19%.


Pangsa pasar produk berbasis Android tampak mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Dari grafik penjualan di atas ini (diperoleh dari situs asymco) dapat dilihat apabila penjualan Apple dan Samsung saat ini mendominasi pangsa pasar smartphone, mengalahkan Nokia, yang mengalami penurunan luar biasa tajam pada periode kuartal keempat 2010 hingga kuartal pertama 2011.

Penjualan Android dan iPhone juga mengalahkan kedigdayaan BlackBerry besutan Research In Motion. Bahkan dapat dipantau dari pergerakan grafik di atas bahwa produk besutan HTC dari Taiwan yang menggunakan aplikasi Android mulai menyusul penjualan dari BlackBerry.

Sukses Android Terganjal Isu Paten
Seperti kata pepatah: Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin bertiup. Pepatah ini sunggu tepat menggambarkan kondisi Android saat ini. Google menghadapi tuntutan hukum dari Oracle, sementara Samsung memperoleh tuntutan hukum dari Apple dan Microsoft, yang mengklaim telah memiliki lisensi terlebih dulu terhadap paten Nortel.

Bulan lalu Apple, Microsoft dan RIM berkongsi dengan tiga perusahaan lain untuk mengalahkan penawaran Google dalam lelang paten milik Nortel. Google dikalahkan Apple yang berani membayar 4,5 miliar dolar. Hal ini dapat berimbas kepada biaya lisensi yang sangat besar bagi Google. Hingga saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Departemen Kehakiman AS.

Samsung sendiri telah menunda perilisan tablet Galaxy terbarunya di Australia disebabkan oleh tuntutan atas pelanggaran paten yang dilayangkan oleh Apple. Sejak bulan April lalu kedua perusahaan ini terlibat ‘peperangan’ setelah Apple menuduh lini Galaxy milik Samsung merupakan ‘fotokopi’ dari iPhone dan iPad produksi Apple.

Selain permasalahan mengenai kemungkinan pelanggaran hak paten, ada pula hal lain yang cukup membuat bertanya-tanya, sampai kapan pertumbuhan penjualan Android oleh Samsung yang luar biasa cepat tersebut dapat bertahan? Sementara Samsung sendiri notabene merupakan pemasok hardware bagi Apple.

Bernhard Sumbayak, Founder Bizweb berpendapat bahwa perang strategy dan teknologi antar smartphone adalah sesuatu persaingan bisnis yang sangat dinamis yang sangat kental pada gaya persaingan industri berbasis tehnologi, dimana hal ini merupakan perpaduan strategi yang berbau finansial dan strategi yang berbau research and development.

Tentunya implikasi dari dua sisi tersebut sangatlah komplikatif, tetapi secara sederhananya kita lihat dari sisi pengguna smartphone saja, kemampuan Android menggerogoti pangsa pasar smartphone karena memiliki keunggulan bagi pengguna smartphone dari dua sisi tersebut.

Tentunya dari sisi financial Android memiliki keunggulan open source sehingga lebih flexible bagi pengguna smartphone yang kreatif untuk menjajal berbagai aplikasi gratis, sedang dari sisi tehnologi, Android akan didukung oleh R&D dari produsen hardwarenya seperti HTC, LG, Motorola, dan Samsung, sehingga aplikasi Android debutan Google ini tampil dengan hardware yang lebih high-end sekaligus dengan biaya yang lebih murah.

Atas keunggulan ini tak heran kalau Android mampu menggerogoti pangsa pasar smartphone pada masa kini. Bagaimana selanjutnya peperangan ini berlangsung ?. Kita saksikan saja bagaimana strategy para pelaku ini di episode berikutnya.


sumber : www.vibiznews.com