(Vibiznews - Business) - Seiring dengan kerontokan di bursa-bursa saham seluruh dunia, kekhawatiran terbesar terjadi di tengah amblesnya bursa-bursa saham di kawasan Asia (09/08). Pada hari ini bursa saham Asia mengalami penurunan tajam dengan indeks kospi dari Korea Selatan merupakan indeks dengan kinerja harian terburuk. Kospi sempat anjlok sebesar 9% pada pertengahan sesi perdagangan tadi. Para pelaku pasar memprediksi bahwa penurunan tajam ini masih akan berlanjut.
Aadil Ebrahin, managing director and portofolio manager di Brown Capital Management yang berbasis di Hong Kong menyatakan bahwa berbahaya apabila pelaku pasar terburu-buru mengambul keputusan mengenai posisinya di pasar saham di saat kondisi pasar sedang volatil saat ini.
Menurut Ebrahim dengan kondisi pasar saat ini aksi bargain hunting dengan membeli pasa posisi lemah (buy on weakness) belum menjadi pilihan yang tepat karena pasar masih terus melakukan likuidasi portofolio sehingga ada kemungkinan harga saham akan mengalami penurunan lebih lanjut. Menurut analis meskipun saat ini kondisi bursa saham sudah menunjukkan jenuh jual, akan tetapi trend melemah yang sangat kuat, terutama di Korea Selatan dan Taiwan, masih menunjukkan kemungkinan akan terjadi penurunan lanjutan.
Para pelaku pasar disarankan untuk menanti saat pasar saham membaik dan stabil sebelum memutuskan untuk kembali masuk ke pasar dan membeli saham.
Pasar Masih Memandang Pergerakan Dow Jones Sebagai Indikator Penting Pergerakan Pasar
Kondisi pola pergerakan melemah jangka panjang bagi Dow Jones masih mungkin tercapai karena pola head and shoulders indeks Nasdaq yang berada pada level 2370 poin sudah terlewati. Selanjutnya Nasdaq berpotensi untuk mengetes pola jangka panjang yang akan berada di level 2100 poin.
Harga minyak mentah mengalami penurunan ke bawah level 80 dolar per barel pada sesi perdagangan di Asia hari ini. Penurunan harga bahan bakar minyak akan berimbas kepada membaiknya ekonomi global secara umum. Akan tetapi sebuah pertanyaan besar masih menggantung, yaitu, apakah penurunan tajam di bursa saham yang terjadi saat ini hanya akan terbatas pada kepanikan sementara sehingga hanya akan berimbas kepada penurunan di sektor keuangan, ataukah akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap ekonomi secara keseluruhan?.
Menurut Kristanto Nugroho, Komisaris BBJ, pasar saham masih cenderung bergerak melemah, sebagian pelaku pasar sudak mulai cut losses tetapi open market masih tebal sehingga mempunyai potensi terus merosot dan diperkirakan akan ada jatuh tajam susulan sejauh ketahanan pemegang posisi menahan kerugian. Di sisi yang lain selama trend emas terus meningkat maka hal ini memberi indikasi tambahan bahwa bursa saham masih cenderung melemah.
sumber : www.vibiznews.com