(Vibiznews – Business) – Di sebuah sudut ‘kedai kopi’ premium seorang wanita cantik dengan wajah serius mengetuk-ngetuk keyboard netbooknya yang imut, sibuk membalas chatting-an teman-temannya yang bermaksud mengadakan reuni. Di sudut lain seorang wanita paruh baya bergegas mengeluarkan telepon genggam dan melakukan panggilan setelah mengecek pesanan produk yang masuk ke dalam inbox Facebooknya. Jejaring sosial yang satu ini memang sudah menjadi ‘candu’ dan bagi banyak orang menjadi situs yang paling sering dikunjungi setiap harinya.
Meskipun hingga saat ini Zuckerberg, CEO, belum mau berkomentar mengenai benar tidaknya Facebook akan melakukan IPO, tetapi dipercaya bahwa ia mulai terbuka mengenai kemungkinan IPO. Dikabarkan bahwa saat ini Facebook sedang dalam pembicaraan internal mengenai waktu yang paling tepat untuk melakukan IPO.
IPO Facebook sebenarnya telah menjadi rumor sedap yang sangat dinanti-nantikan selama beberapa tahun belakangan, dan dipandang sebagai momentum penentuan dari boom investasi web yang telah berlangsung selama beberapa waktu belakangan ini. Akan tetapi harapan tersebut masih ditanggapi dingin oleh para petinggi Facebook. Bahkan juru bicara Facebook Larry Yu menyatakan bahwa Facebook tidak ingin menanggapi spekulasi mengenai IPO.
Perusahaan ini disebut-sebut akan menargetkan untuk meraup tidak kurang dari 10 miliar dolar melalui IPO. Jumlah tersebut merupakan 10% dari taksiran nilai perusahaan yang mencapai 100 miliar dolar. Valuasi nilai Facebook ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan perusahaan teknologi lain seperti Hewlett-Packard dan 3M Co.
Waktu Merupakan Segalanya
Sumber di dalam perusahaan menyatakan bahwa permasalahan tersebut sudah berhasil diselesaikan. Facebook telah setuju untuk meminta persetujuan dari penggunanya sebelum mengubah bagaimana data pribadi mereka dibagi dengan pihak lain. Dalam salah satu postingan di blog-nya Zuckerberg sendiri telah menegaskan bahwa Facebook akan menjalankan kesepakatan dengan Komisi Perdagangan Federal tersebut.
Sementara itu faktor luar juga akan berpengaruh terhadap kesuksesan IPO Facebook. Seperti yang kita ketahui di tahun 2011 ini sudah ada beberapa perusahaan internet yang melakukan IPO di AS. IPO paling anyar dilakukan oleh Groupon Inc. pada tanggal 3 November lalu.
Mengikuti jejak pendahulunya yang melakukan IPO tahun ini seperti Linkedln (19 Mei) dan Pandora Media (15 Juni), Groupon juga hanya mampu unjuk gigi di hari pertama perdagangannya. Bahkan selama lima hari setelahnya Groupon telah mengalami penurunan sebesar 42% dari level penutupan perdagangan perdananya. Linkedln juga mengalami penurunan 36% sejak IPO, di mana hari pertama harga saham naik nyaris 2 kali lipat.
Dengan kondisi eksternal yang ada saat ini tampaknya Facebook akan sangat berhati-hati sebelum memutuskan IPO agar IPO tersebut tidak justru menjadi boomerang bagi perusahaan