Tuesday, October 11, 2011

Trichet: Krisis Keuangan Eropa Sudah Mencapai Kondisi Sistemik

Selasa, 11 Oktober 2011 18:30 WIB


Presiden bank sentral Eropa Jean-Claude Trichet memperingatkan mengenai ancaman kepada sistem keuangan seiring dengan makin tingginya konflik di antara petinggi politik Eropa mengenai bagaimana cara terbaik untuk mengeluarkan Eropa dari krisis utang (11/10)

Menurut Trichet skala krisis saat ini sudah mencapai dimensi sistemik. Tekanan telah memuncak dan bukan saja hanya mempengaruhi negara-negara Eropa dengan ekonomi kecil, akan tetapi telah mulai mempengaruhi negara-negara dengan ekonomi besar. Tricht menegaskan bahwa dengan skala yang telah dicapai saat ini tidak ada ruang untuk berlamban-lamban dalam memutuskan arah kebijakan keuangan Eropa.

Trichet menambahkan bahwa kondisi yang berkembang saat ini diperparah oleh turunnya pasar permodalan untuk perbankan. Ia benar-benar menyerukan kerja sama yang baik antar petinggi Eropa.

Tingginya keterkaitan sistem keuangan di kawasan Eropa telah mengakibatkan meningkat tajamnya risiko penularan krisis keuangan. Hal ini sangat mengancam stabiitas keuangan di kawasan euro dan akan memberikan dampak luar biasa bagi ekonomi Eropa secara keseluruhan, dan bahkan dapat juga mempengaruhi ekonomi di luar kawasan Eropa.

Menantikan Keputusan Slovakia

Saat ini para petinggi Eropa masih menantikan keputusan parlemen Slovakia untuk meratifikasi kesepakatan peningkatan dana darurat kawasan Eropa menjadi 440 miliar euro (600 miliar dolar). Saat ini parlemen Slovakia merupakan halangan terakhir untuk memantapkan peningkatan dana darurat tersebut.

Rencananya Eropa akan melakukan pembelian obligasi di pasar primer maupun sekunder sehingga dapat memberikan garis kredit untuk berjaga-jaga dan meningkatkan permodalan bank-bank di kawasan Eropa.

Slovakia merupakan satu-satunya negara anggota Uni Eropa yang belum meratifikasi kesepakatan peningkatan dana darurat yang telah disetujui para petinggi Eropa pada tanggal 21 Juli lalu dalam rangka penyelesaian dan usaha untuk mencegah penyebaran krisis kredit yang berasal dari Yunani ke negara-negara dengan ekonomi besar seperti Italia.

Bela Euro

PM Belgia Yves Leterme menyatakan bahwa apabila Slovakia gagal mencapai persetujuan untuk meratifikasi kesepakatan tersebut, hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk kespakatan tersebut tetap dijalankan. Menurutnya 16 negara anggota yang lain harus “mengambil alih beban bersama dan membela euro” apabila Slovakia menolak.

PM Slovakia Iveta Radicova menyatakan bahwa pemerintahannya akan berusaha sebaik mungkin agar parlemen mau meratifikasi kesepakatan tersebut. Menurutnya apabila Slovakia menolak maka negara tersebut akan diisolasi, dan hal tersebut tidak dapat diterima. Radicova juga menyatakan bahwa Slovakia tentunya tidak dapat berpura-pura bahwa negara ini sendiri dapat mengatasi dampak yang mungkin ditimbulkan dari permasalahan-permasalahan yang mengelilingi negara tersebut.

Sementara itu kondisi ekonomi Yunani sendiri dilaporkan masih tetap buruk. Diperkirakan bahwa Yunani tidak akan dapat mencapai target defisit 7.5% dari GDP. Negara ini diperkirakan berada dalam kondisi yang jauh lebih buruk di mana defisit mencapai angka 9.1% dari GDP.